by Vishnu|| 20 April 2026 || 68 kali
Yogyakarta, 15 April 2026 — Simposium Nasional dalam rangka Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu (15/4) di Hotel The Rich Jogja. Kegiatan yang mengusung tema “Intelektual Muda dan Pemecahan Masalah Kedaulatan” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 April 2026.
Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para peserta merupakan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tengah menempuh pendidikan tinggi di DIY.

Simposium secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam IX. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya kalangan intelektual, dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Mahasiswa sebagai intelektual muda memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memahami persoalan bangsa, tetapi juga menghadirkan solusi yang konstruktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Simposium ini menghadirkan berbagai forum diskusi dan presentasi ilmiah yang terbagi dalam tiga bidang utama, yaitu sosial ekonomi, politik hukum, serta sejarah budaya. Ketiga bidang tersebut dipilih sebagai fokus kajian karena dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai aspek. Adapun reviewer yang dihadirkan dalam simposium ini antara lain Dr. Gabriel Roosmargo Lono Lastoro Simatupang, MA, Bayu Dardias Kurniadi, S.IP, MA, M.Pub.Pol, Ph.D., dan Amirullah Setya Hardi, SE, Cand.Oecon., Ph.D.. Reviewer tersebut merupakan pakar atau ahli dalam bidangnya, sehingga diharapkan mampu mendorong tulisan peserta menjadi lebih kritis dan relevan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempresentasikan hasil kajian dan penelitian mereka. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap isu-isu kebangsaan.
Selain sesi akademik, acara juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung yang memperkuat nuansa kebudayaan dan kebersamaan antar peserta. Hal ini menjadikan simposium tidak hanya sebagai ajang ilmiah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi nasional bagi mahasiswa.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY sebagai bagian dari upaya memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara sekaligus mendorong kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Dengan terselenggaranya simposium ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif dan solutif yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan dalam memperkuat kedaulatan Indonesia di berbagai sektor.(ibas)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...