by Vishnu|| 24 April 2026 || 46 kali
Yogyakarta, 16 April 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan Simposium Nasional Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026, suasana akademik semakin terasa dinamis. Kegiatan yang berlangsung di Hotel The Rich Jogja ini diwarnai dengan pemaparan hasil kajian peserta pada dua bidang strategis, yakni politik hukum dan sejarah budaya.
Pada sesi bidang politik hukum, para peserta mempresentasikan berbagai gagasan kritis terkait penguatan sistem hukum nasional dalam menjaga kedaulatan negara. Topik yang diangkat mencakup isu penegakan hukum, reformasi kebijakan publik, hingga tantangan hukum di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dengan adanya tanggapan dan masukan dari reviewer, Bayu Dardias Kurniadi, S.IP, MA, M.Pub.Pol, Ph.D., yang memberikan perspektif akademik sekaligus praktik terhadap setiap pemaparan peserta.
Dalam ulasannya, Bayu Dardias menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam merumuskan kebijakan hukum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu aktual yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Sementara itu, pada sesi bidang sejarah budaya, peserta menghadirkan beragam kajian mengenai peran nilai-nilai budaya dan sejarah dalam memperkuat identitas serta kedaulatan bangsa. Diskusi ini mendapat pendampingan dari Dr. Gabriel Roosmargo Lono Lastoro Simatupang, MA. yang memberikan penilaian mendalam terhadap substansi dan pendekatan yang digunakan oleh peserta.
Dr. Lono Simatupang dalam arahannya menyampaikan bahwa pemahaman sejarah dan budaya tidak hanya menjadi alat refleksi masa lalu, tetapi juga pondasi penting dalam merancang masa depan bangsa yang berdaulat. Ia juga mendorong peserta untuk terus menggali potensi lokal sebagai bagian dari kekuatan nasional.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif. Berbagai ide yang muncul mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu kedaulatan negara dari perspektif hukum dan budaya.
Kegiatan hari kedua ini menjadi bukti bahwa mahasiswa sebagai intelektual muda memiliki kapasitas dan peran strategis dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan kebangsaan. Simposium ini pun terus menjadi ruang produktif dalam melahirkan gagasan yang tidak hanya kritis, tetapi juga aplikatif.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...