by museum|| 04 Mei 2026 || 64 kali
Komunitas Cakra Dewantara bersama dengan Museum Dewantara Kirti Griya menyelenggarakan kembali acara Pekan Dewantara pada 25 April – 3 Mei 2026. Dengan mengangkat tema Bukan Sekadar Istri, Berdikari seperti Sutartinah (Fase – Fase Kehidupan Nyi Hadjar Dewantara), Pekan Dewantara mengajak masyarakat untuk mengenal tokoh pergerakan dan perjuangan perempuan serta relevansinya dengan isu terkini. Rangkaian acara tersebut terdiri atas pembukaan, pameran, seminar, loka karya, lomba dan permainan tradisional anak, napak tilas, dan acara penutupan di Pendopo Taman Siswa.
Saat acara pembukaan, Shintia, selaku Ketua Komunitas Cakra Dewantara menyampaikan pentingnya sosok Sutartinah yang masih terdengar asing di masyarakat. “Sutartinah adalah sosok ibu, istri, dan juga pendamping bagi Ki Hadjar Dewantara sekeluarga. Harapannya, nama Sutartinah bisa dikenal dan diingat oleh teman-teman,” papar Shintia.
Di sisi lain, nilai-nilai penting dari tokoh Sutartinah juga disampaikan oleh Ketua Acara Pekan Dewantara 2026 yang diwakili oleh Luna (panitia acara) saat pembukaan. “Beliau (Sutartinah) bukan hanya hadir sebagai pendamping hidup Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga ikut membentuk arah perjuangan beliau, terutama melalui jalur pendidikan. Dari situ saya merasa, ada banyak hal yang selama ini luput kita lihat,” papar Luna.
Karya Pameran pada Pekan Dewantara
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pendaftaran terutama pada acara lomba anak dan napak tilas. Saat siaran di salah satu radio, banyak orang tua yang menanyakan teknis pendaftaran lomba. Namun, untuk tahun ini sasaran lomba anak hanya terbatas pada sekolah di sekitar lingkungan Taman Siswa saja. Hal ini diterima oleh komunitas sebagai saran yang baik sehingga bisa dipertimbangkan untuk perencanaan acara di tahun depan.
Acara napak tilas juga turut menarik atensi masyarakat dengan jumlah pendaftar yang cukup banyak dan paling kerap ditanyakan. Rute kegiatan tersebut terdiri atas Pura Pakualaman – Rumah Ki Hadjar Pertama – Taman Wijaya Brata – Majelis Ibu Pawiyatan – Museum Dewantara Kirti Griya. Dengan kuota yang terbatas, agenda napak tilas sudah dinanti masyarakat bahkan saat sebelum pendaftaran dibuka.
Selain lomba dan napak tilas, Pekan Dewantara 2026 menghadirkan loka karya merangkai bunga dan seminar. Loka karya merangkai bunga merupakan salah satu perwujudan warisan Sutartinah yang memuat nilai-nilai keindahan dan kelembutan yang semasa hidupnya gemar merangkai bunga. Di sisi lain, seminar dengan tema Nyi Hadjar Dewantara dan Perempuan 1928: Masih Relevankah Hari ini? menghadirkan 2 pembicara yaitu Kartika Ainun Fitri (Ketua Bloom Mind Foundation dan Mahasiswa Magister Sejarah UGM) dan Ersa Khaiya (Gender Mahardika Yogyakarta).
“Keduanya (Ki dan Nyi Hadjar Dewantara) sama-sama menyenangi musik. Dari itu kita belajar bahwa memahami pembelajaran bukan hanya dengan otak tetapi juga rasa melalui hati,” papar Ki Hajar Pamadhi, Ketua BARAHMUS (Badan Musyawarah Musea) DIY saat pembukaan acara.
Pekan Dewantara membuka ruang edukasi dan refleksi tentang sosok Sutartinah bagi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti lokakarya, seminar, pameran, dan napak tilas dapat disimak dan diikuti pada akun Instagram @cakra_dewantara. Hadirnya Pekan Dewantara tahun 2026 ini diharapkan mampu mengenalkan dan mengangkat tokoh sejarah yang nilai-nilainya masih relevan dengan kehidupan masa kini khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Artikel kiriman : Febriska Noor Fitriana (Humas Pekan Dewantara)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 27 Januari 2020
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman telah memulai seleksi administrasi Pemilihan Duta Museum DIY tahun 2019 pada tanggal 21 Januari 2019. Dari Seleksi Administrasi ...
by museum || 04 Februari 2021
Selasa 2 Februari 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman mengadakan rapat koordinasi dengan Barahmus DIY dalam rangka pembuatan buletin permuseuman 2021. Pada tahun ...
by museum || 04 Februari 2021
source pic : https://kebudayaan.jogjakota.go.id/detail/index/858 Jogja selain merupakan kota pendidikan , kini juga merupakan Daerah Istimewa. Daerah yang menyimpan banyak sejarah, budaya dan ...