Pameran dan Jumpa Sahabat Museum "Anyawiji Rasa" Resmi Dibuka di Sragen

by museum|| 07 Juli 2026 || 49 kali

...

Sragen, 7 Juli 2026 – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Seksi Permuseuman resmi membuka Pameran dan Jumpa Sahabat Museum bertema "Anyawiji Rasa" di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Kompleks Pusat Sentra Batik Sukowati, Selasa (7/7). Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Juli 2026 ini menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap warisan budaya Kerajaan Mataram Islam bagi masyarakat luas.

Acara pembukaan dilakukan secara resmi oleh Linda Sigit Pamungkas Ibu Bupati Kabupaten Sragen sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) dan Bunda GenRe Kabupaten Sragen bersama Drs. Budi Husada, Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran sebagai upaya mempererat kolaborasi pelestarian budaya antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sragen. Melalui kegiatan ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sebagai ruang belajar, berdialog, serta mengenal sejarah dan budaya Nusantara.

Mengusung tema "Anyawiji Rasa", pameran mengangkat makna penyatuan rasa, sejarah, dan budaya yang tumbuh dari peradaban Mataram Islam. Pengunjung diajak memahami keterkaitan sejarah masa lalu dengan kehidupan masyarakat masa kini melalui beragam koleksi museum, narasi sejarah, dan jejak tradisi yang masih lestari hingga sekarang.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Kuratorial Tour yang dipandu oleh Kepala Seksi Permuseuman Sony Saifuddin, S.S. MA. bersama Maharani, S.S., selaku kurator pameran. Dalam sesi tersebut, pengunjung memperoleh penjelasan mendalam mengenai konsep kuratorial, alur cerita pameran, serta makna di balik setiap koleksi yang ditampilkan.

Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah Keris Sabuk Inten, koleksi dari Museum Pleret, Bantul, yang ditemukan di kawasan bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam. Keris tersebut menjadi representasi tingginya nilai seni, teknologi, sekaligus filosofi yang berkembang pada masanya. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan Wayang Sultan Agung, yang menggambarkan eratnya hubungan antara seni pertunjukan dengan kepemimpinan, nilai spiritual, serta perkembangan budaya pada era Sultan Agung.

Tidak hanya menghadirkan koleksi bersejarah, pameran juga menyajikan informasi mengenai perjalanan Kerajaan Mataram Islam, peran penting wilayah Sukowati dalam lanskap kebudayaan Mataram, hingga perkembangan berbagai kesenian yang lahir dari peradaban tersebut. Melalui penyajian yang komunikatif dan interaktif, pengunjung diajak melihat bagaimana warisan budaya terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa.

Melalui penyelenggaraan Pameran dan Jumpa Sahabat Museum "Anyawiji Rasa", Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY berharap masyarakat semakin mengenal, menghargai, dan mencintai warisan budaya bangsa. Pameran ini diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi masyarakat untuk belajar sejarah, memperluas wawasan kebudayaan, serta memperkuat semangat pelestarian warisan budaya Indonesia. (cup_mus)

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
36 Besar Duta Museum DIY 2019 - 2020

by museum || 27 Januari 2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman telah memulai seleksi administrasi Pemilihan Duta Museum DIY tahun 2019 pada tanggal 21 Januari 2019. Dari Seleksi Administrasi ...


...
Rapat Koordinasi : Buletin Permuseuman sebagai pusat informasi museum museum di DIY

by museum || 04 Februari 2021

Selasa 2 Februari 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman mengadakan rapat koordinasi dengan Barahmus DIY dalam rangka pembuatan buletin permuseuman 2021. Pada tahun ...


...
40 Tahun Museum Puro Pakualaman

by museum || 04 Februari 2021

source pic : https://kebudayaan.jogjakota.go.id/detail/index/858 Jogja selain merupakan kota pendidikan , kini juga merupakan Daerah Istimewa. Daerah yang menyimpan banyak sejarah, budaya dan ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta