by museum|| 12 Agustus 2026 || 161 kali
Kalau mendengar kata sejarah, mungkin yang langsung terbayang adalah buku tebal, tanggal-tanggal, dan cerita masa lalu yang terasa jauh. Tapi bagaimana kalau sejarah bisa kamu lihat, dengar, nikmati, bahkan kamu rasakan langsung?
Lewat MahaBandhana #4: Anyawiji Rasa, sejarah Mataram Islam hadir dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayaan) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Seksi Permuseuman menggelar Pameran dan Jumpa Sahabat Museum mengawali kegiatan dalam rangkaian agenda Muhibah Budaya dan dukungan kegiatan Semarak Gemilang Kabupaten Magelang di GOR GEMILANG, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pameran ini berlangsung selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, dan tentunya terbuka untuk masyarakat umum.
Mengenal Mataram Islam dari Dekat
Mataram Islam bukan hanya tentang kerajaan dan kisah para penguasanya. Di balik perjalanan panjangnya, Mataram Islam juga meninggalkan kekayaan seni, tradisi, dan pengetahuan yang sampai sekarang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa.

Pada masanya, pengaruh Mataram Islam berkembang luas, mulai dari wilayah kuthanegara, negaragung, hingga mancanegara. Pengaruh tersebut tidak hanya terlihat dalam kehidupan politik, tetapi juga dalam bahasa, kesenian, tradisi, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya.
Menariknya, warisan tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Banyak di antaranya yang masih hidup, berkembang, dan mengalami perubahan mengikuti zaman.
Anyawiji Rasa: Menyatukan Masa Lalu dan Masa Kini
Anyawiji dapat dimaknai sebagai menyatukan, sementara rasa berkaitan dengan perasaan, pengalaman, dan pemaknaan. Gagasan inilah yang menjadi napas utama pameran.
Melalui Anyawiji Rasa, pengunjung diajak untuk mempertemukan dua hal: ingatan tentang masa lalu dan kesadaran di masa kini.
Jadi, koleksi dan karya seni yang hadir dalam pameran ini bukan sekadar benda untuk dilihat. Di balik setiap karya terdapat cerita, pengalaman, nilai, dan jejak kehidupan masyarakat yang membuatnya menjadi lebih bermakna.
Sejarah pun tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang jauh. Ia bisa menjadi pengalaman yang dekat dengan kehidupan kita hari ini.
Dari Mataram Islam hingga Magelang
Dalam pameran ini, pengunjung akan diajak mengikuti perjalanan panjang Mataram Islam melalui sebuah linimasa sejarah. Perjalanan tersebut membawa kita untuk melihat bagaimana jejak Mataram Islam berkembang dan terhubung hingga wilayah Magelang.
Tak berhenti di masa lalu, pameran juga memperlihatkan bagaimana kesenian dan tradisi Mataram Islam terus bergerak dan beradaptasi.
Wayang, seni pertunjukan, tradisi, serta berbagai bentuk kesenian lainnya merupakan contoh bagaimana warisan budaya dapat terus hidup ketika dipraktikkan oleh masyarakat.
Bagi generasi sekarang, mungkin bentuknya sudah tidak persis sama seperti ratusan tahun lalu. Namun, nilai dan semangat di baliknya masih bisa ditemukan dalam berbagai aktivitas masyarakat Jawa modern.
Budaya Bukan Sekadar Pajangan
Pameran ini juga ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya bukan sekadar sesuatu yang dipajang di museum atau hanya dilihat ketika ada pameran.
Budaya bisa hadir dalam ritual adat, pertunjukan, proses belajar, ruang bertukar pengetahuan, hingga media syiar dan pengajaran.
Dengan begitu, mengenal budaya berarti juga memahami bagaimana masyarakat membangun kehidupan dan menjaga nilai-nilai yang dianggap penting dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Nah, di sinilah pameran Anyawiji Rasa menjadi menarik. Pengunjung tidak hanya diajak untuk melihat masa lalu, tetapi juga diajak bertanya: bagaimana warisan budaya tersebut tetap relevan dengan kehidupan kita sekarang?
Datang, Jelajahi, dan Temukan Pengalamanmu!
Pameran sejarah tidak harus selalu serius dan kaku. Di Mah? Bandhana #4: Anyawiji Rasa, kamu bisa menikmati perjalanan sejarah sekaligus mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Ada permainan edukatif yang bisa dimainkan, kuis interaktif dengan pertanyaan seputar pameran, photobooth gratis untuk souvenir bagi pengunjung. Jadi, selain menambah pengetahuan, kamu juga bisa mengabadikan momen dan membawa pulang kenangan dari pameran ini.
Catat ya Pameran & Jumpa Sahabat Museum :
GOR GEMILANG, Kompleks Setda Kabupaten Magelang
Jl. Soekarno Hatta No. 88A, Patran, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
20–22 Agustus 2026
Terbuka untuk masyarakat umum
Ajak teman, keluarga, atau siapa pun yang ingin melihat Mataram Islam dari sudut pandang yang berbeda.
Karena sejarah bukan cuma tentang apa yang pernah terjadi.
Sejarah adalah tentang bagaimana kita memahami, merasakan, dan meneruskan maknanya hari ini.
Selamat menjelajahi Anyawiji Rasa. Selamat menyatukan rasa dan menemukan makna di balik jejak Mataram Islam! (cup_muse)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 12 September 2022
Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...
by museum || 27 Januari 2020
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman telah memulai seleksi administrasi Pemilihan Duta Museum DIY tahun 2019 pada tanggal 21 Januari 2019. Dari Seleksi Administrasi ...
by museum || 04 Februari 2021
Selasa 2 Februari 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman mengadakan rapat koordinasi dengan Barahmus DIY dalam rangka pembuatan buletin permuseuman 2021. Pada tahun ...
by museum || 04 Februari 2021
source pic : https://kebudayaan.jogjakota.go.id/detail/index/858 Jogja selain merupakan kota pendidikan , kini juga merupakan Daerah Istimewa. Daerah yang menyimpan banyak sejarah, budaya dan ...