by admin|| 07 Maret 2014 || 45.856 kali
Lahir di desa Pogung Depok Sleman Yogyakarta pada tanggal 25 April 1920, dengan nama kecil Turah. Ia adalah anak sulung dari tujuh bersaudara putra Prawiradimeja.
Setelah tamat dari sekolah rakyat pada tahun 1932, ia belajar tembang-tembang macapat pada ayahnya. Kemudian ia juga belajar seni tembang di Jayadipuran dan Kepatihan Danurejan. Di Kepatihan Danurejan, Turah diberi nama “Penilaras” oleh Pangeran Danureja. Sejak namanya diganti dengan nama tersebut, namanya di bidang seni karawitan semaik dikenal banyak orang. Berbagai perkumpulan dan kejuaraan seni tembang ia ikuti, dan memperoleh juara.
Pada umur 18 tahun, ia mengabdi pada Sultan hamengku Buwono VIII di Kraton Yogyakarta, disini nama Penilaras diberi nama baru lagi yaitu, Pedasih. Pada waktu engabdi di Kraton inilah ia berkenalan dengan sorang pria penari keratin yang kemudian menjadi suaminya, yaitu Candralukita. Setelah perkawinan tersebut, ia lebih dikenal dengan nama Nyonya atau Nyi Candralukita. Dari perkawinannya, mereka diakurai 12 anak.
Pada tahun 1955 ia mengikuti suaminya ke Jakarta, karena suaminya mengajar di pusat Gabungan Kebudayaan Jakarta. Di Jakarta pun kegiatan keseniannya tidak berhentti karena ia bekerja sebagai pengisi tetap siaran kesenian Jawa di RRI Pusat. Setelah pension sebagai pegawai RRI Jakarta pada tahun 1981, ia membuka pelatihan seni di rumahnya, di Jl. Seiabudi Jakarta. Muridnya berasal dari dalam dan luar negeri. Atas jasa-jasanya dalam bidang seni budaya Jawa, ia memperoleh beberapa tanda penghargaan, diantaranya dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamnegku Buwono IX, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, dan penghargaan bintang seni dari Presiden kedua Indonesia (Soeharto) pada tanggal 12 Maret 1987.
by admin || 07 Maret 2014
Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender. Adangiyah. Nama dari jenis ...
by admin || 05 Maret 2014
Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah ...
by admin || 04 Maret 2014
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...
by admin || 01 April 2012
NAMA SENIMAN, SASTRAWAN DAN BUDAYAWAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2002 1.R.M. Bagong Kussudiardjo, Jl. Singosaren no. 9, Yogyakarta Yogyakarta, 9 Okt 1928, ...
by admin || 01 April 2012
Bagong Kusudiardjo, Lahir di Yogyakarta merupakan sosok kontroversial dunia kesenian Indonesia, khususnya seni tari, dan seni rupa, seperti Kakeknya yang tidak lain putra HB VII, ia membelot ...
by admin || 04 Maret 2014
Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...