Istilah- Istilah Gerakan Tari  Gaya  Yogyakarta

by admin|| 05 Maret 2014 || 171.531 kali

...


Ngithing.

Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. Posisi ini terdapat pada tari gaya Surakarta dan Yogyakarta, dipergunakan untuk tangan kiri dan kanan.

Ngleledhek.

Gerakan penari ledhek yang kurang lebih maksudnya memikat hati, tujuannya agar penonton, lebih-lebih yang akan ngibing (lihat ngibing) menjadi tertarik padanya.

Ngoyog.

Menggerakkan seluruh tubuh jika samping kiri atau kanan tanpa mengangkat kaki pada tari puteri dan putera gaya Yogyakarta.

Ngoyog bali jinjit.

Menggerakan seluruh tubuh kesamping kanan tanpa mengangkat kaki (lihat ngoyog), kemudian kembali (bali) dengan gerak berjengket diatas ujung kaki (jinjit) ke posisi semula. Gerak ini hanya terdapat pada tari putera halus dan rendah hati (lihat alus impur) gaya Yogyakarta untuk peranan-peranan seperti Arjuna, Rama, Laksmana, dll.

Ngoyog cethik.

Menggerakkan pinggul kesamping kiri atau kanan pada tari gaya Yogyakarata.

Ngregem.

Gerak menggenggam sampur pada tari puteri gaya Yogyakarta. Gerak ini dilakukan pada waktu persiapan akan melakukan gerak panggel (lihat panggel) dana hanya dilakukan dengan tangan kanan.

Ngruji.

Posisi tangan kanan dengan meluruskan keempat jari-jari  keatas, sedangkan ibu jari ditekuk ke arah telapak tangan. Posisi tangan ini terdapat pada tari gaya Yogyakarta, lazimnya dipergunakan untuk tangan sebelah kiri.

Ngundhuh sekar.

Ragam gerak kedua belah tangan dengan posisi salah satu tangan berada didekat telinga, sedangkan tanga