Lindur, Nyai Mas Wedono

by admin|| 07 Maret 2014 || 141.042 kali

...

Panggilan populernya adalah Nyi Lindur dan nama kecilnya adalah Kasirah. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 bulan besar  tahun Dal (kira-kira 1917 M), dari seorang ibu bernama  Sadiyem. Ayahnya seorang abdi dalem KeratonYogyakarta sebagai Srati gajah milik Sultan Hamengku Buwono VIII, yaitu Mas Kertopalono.

            Sejak kecil Nyi Lindur tidak mempunyai kesempatan sekolah karena sibuk membantu orangtuanya. namun pada umur 14 tahun ia sudah cukup banyak menguasai tembang dan gendhing-gendhing Jawa tanpa bimbingan orang lain. dan ketia ia mulai bergaul dengan seniman-seniman waranggono dari Keraton Yogyakarta, ia mendapat tuntunan langsung dari ibu Rukmini, ibu Inem atau  Kinclong dan juga Nyi Riya Larasati. Umur 15 tahun ia magang abdi dalem Keraton Yogyakarta dan dianugerahi nama “Lindur” (mengigau). Nama tersebut diberikan oleh Sultan hamengku Buwono VIII pada saat menjamu kanjeng Sunan Paku Buwono X ketika  itu Nyi Lindur diperintahkan untuk nyinden, padahal dalam keadaan lelah dan mengantuk, sehingga suaranya seperti orang mengigau atau ngelindur. Setelah masa magang selesai, ia diangkat sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta  dengan pangkat wedono yang tugasnya sebagi pegirid utamanya adalag Nyi Mas Riya larasati. Pengalaman-pengalaman  nyi Lindur cukup banyak, kecuali tugas-tugas harian di Keraton, seringkali juga bertugas di Kepatihan dan gedung Negara. pada tahun 1973 ia melawat ke luar negeri keliling Jepang bersama rombongan Siswo Among Bekso yang mewakili Keraton Yogyakarta selama satu bulan penuh.

            Karya-karyanya terutama berupa syair khusus dalam bentuk tembang persembahan untuk Sultan seperti : Tembang Sinom, Tembang Pangkur Lamba, dan Geculan ( Sri Narendra Hamengku Buwono IX)

            Seniman pesindhen penganut Katolik dengan nama lengkap Nyi wedono Cicilia Kasirah lindur ini adalah salah seorang diantara sekian banyak seniman yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, tetapi cukup berhasil berkat bakat dan ketekunannya. Namun sebaliknya, dalam kehidupan rumah tangganya ia termasuk orang yang tidak beruntung, karena tiga kali menikah tidak seorangpun yang memberinya keturunan.

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
Prodjosudirdjo, Raden Wedono

by admin || 07 Maret 2014

Nama aslinya Amat Gozali, tetapi ia lebih dikenal dengan nama raden Wedono Prodjosudirdjo. Lahir di Yogyakarta, pada tahun 1916, dari pasangan Raden Djojosuwardjo di kampung Suronatan di ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta