Beksan bedhaya Sri Kawuryan

by admin|| 19 Maret 2014 || 123.738 kali

...

Bedhaya “Sri Kawuryan” digubah pada masa pemerintahan KGPAA Paku Alam IX, pertama kali dipentaskan dalam acara Tumbuk Ageng KGPAA Paku Alam IX tahun 2008. Dinamakan Bedhaya “Sri Kawuryan” kareena mengikuti nama bagian iringan tarinya yang disebut Lagon “ Sri Kawuryan”, Lagon dipergunakan pada awal tari, yaitu ketika para penari berjalan nmenuju arena pergelaran. “Sri Kawuryan” dimaknai sebgai raja yang terlihat atau yang bertahta. Diwujudkan ke dalam lembut gemulainya gerak tari “Bedhaya”. Tarian ini dibawakan oleh 7 (tujuh) orang penari, dimaksudkan untuk mengungkap keragaman dinamika fenomena yang berlangsung di dalam kehidupan, khususnya yang berlangsung di Puro Pakualaman

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
Lelangen Beksan Rama Narpati

by admin || 29 Juli 2016

Mengisahkan pengangkatan Prabu Ramawijaya sebagai raja di wilayah Ngawangga di bawah kepemimpinan raja kera Sugriwa. diawali perjalanan Rama dan adiknya Lesmana dalam mencari istrinya dewi Sinta yang ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta