ANTUSIASME PESERTA WAJIB KUNJUNG MUSEUM DI MUSEUM MONUMEN PAHLAWAN PANCASILA

by museum|| 30 Maret 2022 || || 544 kali

...

Pagi nan cerah menyambut semangat para peserta Wajib Kunjung Museum dalam mengawali kegiatan WKM kali ini, Selasa (29/03/22). Peserta yang turut serta diantaranya dari kalangan umum, guru-guru sekolah, mahasiswa, dan juga Duta Museum DIY. Semangat tersebut pun tak kalah membara dari antusiasnya pihak museum dalam menyambut kunjungan tersebut. Tentunya ini menjadi kegiatan yang masih berada di awal tahun 2022, dimana Wajib Kunjung Museum oleh Dinas Kebudayaan DIY memberangkatkan 54 peserta, apalagi dimasa pandemi ini dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Wajib Kunjung Museum ini diikuti semua peserta dengan titik keberangkatan dari Dinas Kebudayaan DIY, Jalan Cendana No.11, Semaki. Dari sini peserta akan berkeliling dengan Bus WKM yang disebut sebagai Toby. Dengan tujuan kali ini yang diawali berkunjung ke Museum Monumen Pahlawan Pancasila, Museum Gempa Prof. Sarwidi, dan berakhir di Monumen Jogja Kembali (MONJALI).

 

 

Setibanya rombongan Wajib Kunjung Museum di Museum Monumen Pahlawan Pancasila, dibuka terlebih dahulu oleh Amel selaku Duta Museumnya, “Bahwasanya museum ini ada  karena pernah menjadi lokasi sejarah adanya pemberontakan G30S/PKI yang menewaskan 2 Pahlawan Revolusi di Yogyakarta, yaitu Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono. Dan di lokasi inilah juga terdapat ‘Lubang Buaya’ dengan cerita tragedi yang sama di Jakarta. Hanya saja bentuk yang dimiliki berbeda, jika di Jakarta berupa lubang layaknya sumur dengan diameter sekitar 80 cm, di Jogja ini bentuknya seperti persegi panjang dengan ukuran lubang dibuat sepanjang sekitar 3,50 m”, begitulah dalam penjelasannya. Yang kemudian dilanjut penjelasannya oleh Pak Malis sembari keliling area indoor menuju outdoor, serta didampingi Pak Medi, selaku petugas museum dan perwakilan pihak Dinas Sosial DIY, yangmana menaungi museum tersebut.

Salah satu peserta dari kalangan guru pun menyampaikan, “Harapannya museum seperti ini dapat menjadi sumber mata pelajaran sejarah khususnya di mata peserta didiknya, dikarenakan ‘Saya’ selaku guru pun baru tau adanya Lubang Buaya di Jogja, dan seperti yang kita tau sejarah yang menonjol Lubang Buaya hanya ada di Jakarta”, pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, sehingga dapat membuka mata kita semua akan ‘melek’ sejarah dan menyampaikan kembali kepada masyarakat diluar sana, dari yang muda dan tua. Tentunya pihak Museum Monumen Pahlawan Pancasila pun sangat terbuka akan kunjungan yang bersifat pribadi dari masing-masing rombongan instansi terkait dalam mempelajari sejarah ini lebih dalam.

 

(Duta Museum DIY 2022 untuk Museum Monumen Pahlawan Pancasila)

 

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta