RUMAH ADAT JOGLO

by museum|| 30 Maret 2022 || || 49.556 kali

...

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar karena menjadi daerah yang paling banyak diminati oleh pelajar untuk menuntu ilmu. Terdapat banyak sekali perguruan tinggi yang berdiri disini mulai dari Perguruan Tinggi Negeri hingga Swasta. Sehingga para pelajar bisa memilih sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Tidak hanya itu, destinasi wisata yang dimilikinya juga sangat beragam seperti wisata air, wisata puncak, wisata candi, wisata seni dan budaya. Sebagai pelajar juga tentunya perlu melakukan rehat sejenak dari rutinitas sekolah / kuliah atau saat ini dikenal dengan istilah Healing. Salah satu cara untuk menghibur diri sendiri yaitu dengan cara berwisata. Wisata yang cukup banyak diminati saat ini adalah wisata seni dan budaya.

 

 

Seperti yang diketahui bahwa Yogyakarta sangat kental dengan seni dan budaya khususnya kebudayaan jawa. Beberapa pilihan destinasi untuk mendalami kebudayaan jawa seperti Kraton, Alun-alun kidul dan lor, Museum-museum, dan masih banyak lagi. Sehingga selain mendapatkan hiburan juga bisa sambil belajar. Jadi wisata yang dilakukan tetap positif tentunya. Selain banyak pilihan wisata tersebut ada beberapa hal penunjang yang dapat membantu seperti biaya yang relatif murah jika dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Indonesia. Berbicara tentang kebudayaan di Yogyakarta cukup mudah ditemukan. Mulai dari peradaban Jawa kuno, peninggalan-peninggalan sejarah, kearifan lokal, keramahan masyarakatnya hingga kudapan tradisional yang selalu membuat kita ingin datang kembali ke Yogyakarta.

Salah satu kebudayaan jawa yang masih tersimpan dan banyak kita jumpai adalah rumah adatnya. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki rumah adat tradisional yang disebut dengan “Rumah Adat Joglo”. Bukan hanya dapat ditemukan di Yogyakarta melainkan di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah juga masih sering dijumpai. Rumah Adat Joglo memiliki keunikan sendiri yang membedakannya dengan rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Segi bentuk, arsitektur, bahan, filosofi, dan jenis-jenisnya memiliki keunikannya masing – masing.

Dari segi bentuk bangunannya atap Joglo berbentuk Tajug yang menyerupai gunung. Kemudian itu ciri khas rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Atap rumah joglo merupakan gabungan dari dua atap segitiga dengan dua atap trapesium. Atap memiliki sudut kemiringan yang berbeda. Atap Joglo selalu berada di tengah dan dikelilingi oleh atap. rumah joglo ini berbentuk persegi dengan empat tiang di tengahnya. Tiang disebut saka guru. Terdapat juga tiang untuk menopang. Seiring waktu, ada ruang tambahan di dalam rumah Joglo. Namun, dasar rumah tetap persegi. Jika berkeliling Jogja bisa perhatikan sekelilingmu karena rumah adat satu ini sangat mudah ditemukan di Yogyakarta.

 

 

          Rumah ada satu ini memang masih banyak ditemukan di Yogyakarta dengan bentuknya yang sangat mirip jika kita melihat sepintas saja. Namun tahukah kamu jika Rumah Adat Joglo memiliki banyak jenis?. Bahkan berbeda wilayah di Yogyakarta saja memiliki perbedaan Rumah Adat Joglonya masing-masing. Seperti di wilayah Kotagede.

          Bila kita berkeliling kampung Kotagede, tentunya akan banyak sekali menemukan rumah adat jogja ini. Rumah adat joglo yang terdapat di Kotagede memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki rumah adat joglo ditempat lain. Di kampung Kotagede rumah adat joglo nya memiliki konsol penyangga yang disebut Bahu Dhanyang. Konsol ini memiliki ukiran dan bentuk unik dari konsol joglo pada umumnya. Sejak awal abad ke-16 berdirinya Kotagede yang menjadi ibu kota pertama Kerajaan Mataram. Bahu Dhanyang ini sudah menjadi konsol penyangga khas dari kotagede dengan ukirannya yang sangat indah.

          Namun semenjak masuknya pengaruh Eropa yang dibawa oleh penjajah pada masa pra kemerdekaan Indonesia, beberapa rumah adat joglo di Kotagede sudah mengganti Bahu Dhanyang menjadi konsol besi. Konsol besi ini terbuat dari besi dan memiliki bentuk serta ukiran yang berbeda. Tapi tidak perlu khawatir, karena Rumah Adat Joglo yang terdapat di Kotagede masih ada yang menggunakan Bahu Dhanyang sebagai konsol penyangga atap dan tiangnya. Ini juga menjadi kebanggan masyarakat Kotagede yang terkenal dapat menjaga dan melestarikan budaya-budaya leluhurnya sejak awal berdirinya wilayah ini hingga saat ini. Jadi jika ingin mempelajari kebudayaan Jawa khusunya Rumah Adat Joglo, silahkan berkunjung ke Yogyakarta khususnya ke Kampung Kotagede.

 

Ramdani Rachmat

Duta Museum Kotagede

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta