Panglima Besar, Sang Pendidik Tunas-Tunas Muda

by museum|| 01 Agustus 2022 || || 16 kali

...

Arti pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi Panglima Besar Jenderal Sudirman. Terlebih untuk suatu bangsa yang sedang berada dalam kungkungan kaum penjajah seperti Indonesia kala itu. Jenderal Sudirman pun aktif sebagai guru di HIS Muhammadiyah. Pengabdiannya sebagai guru semata-mata berpangkal dari hati nurani dan tanggung jawab yang mendalam atas pentingnya pendidikan untuk generasi muda.

Sebagai siswa lulusan MULO Wiworotomo, Sudirman menyadari bahwa dirinya tidak berkompeten menjadi pengajar HIS. Walau begitu, keputusannya didasari oleh pemikiran bahwa bila tidak ada guru yang berijazah sekolah guru, maka guru biasa pun boleh asal mau menyempurnakan pengetahuannya dalam bidang keguruan. Akan lebih buruk apabila terwujud pendapat karena tidak ada guru yang berijazah guru, sekolah sebaiknya ditutup saja.

Untuk mengatasi kekurangannya, Sudirman kemudian memberanikan diri menempuh les privat dari guru-gurunya sewaktu di MULO Wiworotomo. Ketekunan dan ketabahannya membuat Sudirman dapat menguasai teori-teori serta praktik-praktik untuk menjadi seorang guru dalam waktu singkat. Kendati demikian, Sudirman tidak mendapatkan ijazah sekolah guru, namun sebagai pendidik, ia berhasil dengan baik.

“Hasil yang dicapai beliau itu juga berkat pembawaan pribadi Jenderal Sudirman. Cara menerangkan seperti seorang guru itu sudah dimiliki beliau saat bergaul dengan teman-temannya. Bahkan, Jenderal Sudirman dapat julukan ‘guru kecil’ sewaktu di MULO,” jelas Mayor Caj. Heru Santoso, Pjs. Kepala Museum Jenderal Besar Sudirman, saat diwawancarai di museum pada Senin (31/05/2022).

Heru juga menjelaskan bahwa Sudirman tidak tertarik dengan gajinya sebagai guru di HIS. Paling mengesankan untuk Sudirman adalah kesempatan mengembangkan bakatnya sebagai seorang pendidik tanpa ijazah.

“Jenderal Sudirman sangat menarik perhatian murid-muridnya karena beliau punya perbendaharaan dalam pengetahuan sosial dan keagamaan. Cara mengajar beliau juga mudah diikuti oleh anak-anak di bawah 17 tahun karena beliau menjelaskan menggunakan bahasa yang mudah dipahami,” lanjut Heru.

Rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang ditularkan Sudirman kepada lingkungan sekolah membuat dirinya mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekannya. Sudirman pun diserahi tugas untuk memimpin sebagai Kepala Sekolah HIS. Baginya, kepercayaan dan kehormatan yang telah diberikan oleh pimpinan lembaga pendidikan Muhammadiyah serta kepercayaan kawan-kawannya menunjuk dia sebagai kepala sekolah merupakan hal yang paling mengesankan.

Sebagai kepala sekolah, Sudirman tidak pernah bersifat totaliter. Semua masalah dimusyawarahkan dengan para guru lainnya. Berkat ketekunan, keprihatinan, dan keyakinannya, Sudirman berhasil membina HIS Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan nasional yang bertujuan menghasilkan generasi terdidik untuk perjuangan di masa mendatang.

 “Bila orang pada masa kini mengagumi Sudirman sebagai tokoh pahlawan nasional di bidang bersenjata, seyogyanya harus pula dapat menghargai beliau sebagai pendidik generasi muda di zaman penjajahan” pungkasnya.

 

Ayuningtyas Rachmasari, Duta Museum untuk Museum Jenderal Besar Sudirman

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta