Tapak dan Tutur Pekan Dewantara 2022: Jalan-Jalan sambil Belajar Sejarah

by museum|| 20 September 2022 || || 134 kali

...

Perguruan Nasional Tamansiswa, sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan semangat kebangsaan, baru saja genap berusia 100 tahun pada Juli lalu. Museum Dewantara Kirti Griya bersama Komunitas Cakra Dewantara kembali mengadakan kegiatan Pekan Dewantara 2022 untuk merefleksikan perjalanan panjang Bapak Pendidikan Indonesia itu.

Pada tahun ini, Pekan Dewantara diawali dengan kegiatan “Tapak dan Tutur: Mengenal Sejarah Bapak Pendidikan Nasional” yang baru saja dilaksanakan pada Sabtu lalu (17/9). Isradina Paricha atau akrabnya Syeean, ketua panitia, menyebutkan bahwa kegiatan tahunan ini akan terdiri dari beberapa rangkaian acara.

“Ada kegiatan napak tilas berjudul Tapak dan Tutur, ada diskusi terkait koleksi museum hingga film yang selaras dengan pendidikan atau kebudayaan, dan sebagainya. Yang utama nanti ada pameran,” ungkapnya. Update lengkapnya bisa disimak di instagram @museumdewantara dan @cakra_dewantara, imbuh Syeean.

Tapak dan Tutur sendiri merupakan kegiatan jalan santai menyusuri empat lokasi bersejarah yaitu Museum Dewantara Kirti Griya, Puro Pakualaman, Makam Taman Wijaya Brata, dan Pendopo Agung Tamansiswa. Tujuannya adalah untuk  mengenalkan para pemuda tentang sejarah dan nilai-nilai ajaran Ki Hadjar Dewantara melalui cara yang asyik. Bukan sekadar mendengarkan materi, para peserta diajak jalan-jalan, belajar, dan diberi misi untuk menampilkan kreativitas yang dimiliki.

Puro Pakualaman menjadi lokasi pertama yang dituju untuk mengedukasi peserta tentang masa kecil Ki Hadjar Dewantara. Meskipun merupakan keturunan bangsawan, ia memiliki sifat bersahaja dan peduli terhadap rakyat. Selain dipandu tour guide, di sini peserta juga berdiskusi bersama Ki Sutikno yang juga merupakan pamong Tamansiswa dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Yogyakarta 2017-2019.

Lokasi kedua adalah makam Ki Hadjar dan Nyi Hadjar Dewantara yaitu Taman Wijaya Brata. Sesi ini dipandu oleh Listyo H. Krisnarjo atau akrab disapa Cak Lis yang merupakan pendiri Laboratorium Sariswara Tamansiswa. Sariswara merupakan metode pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Di makam ini, para peserta diajak bernyanyi sambil menyimak sejarah perjuangan Bapak Pendidikan Indonesia itu yang terabadikan pada relief-relief dinding makam. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebelum para peserta beranjak menuju Pendopo Agung Tamansiswa.

 

 

Sebagai akhir dari perjalanan Tapak dan Tutur, seluruh peserta yang terbagi dalam kelompok menjalankan misi yang diberikan panitia, yaitu mempresentasikan hal menarik yang didapatkan tentang cerita Ki Hadjar dan nilai-nilai yang didapatkan. Mereka menampilkan kreativitasnya dalam berbagai bentuk media, seperti story telling, gambar, video, lagu, dan teatrikal. Usai penampilan, terdapat kegiatan diskusi dan pemberian apresiasi bagi kelompok yang terunik, tersemangat, serta terfavorit.

Kalis Laras Wati, salah satu peserta dari Solo, mengungkapkan kesannya “Setelah ikut ini tuh happy, paling senang ketika panitia memberi misi yang menarik dan kita diberi ruang buat merespon itu.” Harapannya acara seperti ini akan terus berlanjut dan menggairahkan para pemuda dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan sejarah Bapak Pendidikan Indonesia. Terlebih diharapkan dapat menumbuhkan minat anak muda dengan mengadakan kegiatan interaktif yang sesuai dengan kebutuhan masa kini dan tidak menghilangkan esensi suasana museum.

 

(Aulia Rachma Diah, Duta Museum DIY untuk Museum Dewantara Kirti Griya)

 

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta