I Gusti Ayu Rapeg Wanita Bali Pejuang Pendidikan Kaumnya

by museum|| 22 November 2022 || || 28 kali

...

I Gusti Ayu Rapeg adalah Wanita Bali yang berjuang untuk kemajuan kaumnya melalui Pendidikan. Wanita kelahiran Belaluan kota Denpasar pada tanggal 11 Mei Tahun 1917 ini memiliki cita-cita agar kaum Wanita Bali mendapatkan Pendidikan formal hingga ke jenjang yang tinggi. Untuk kemajuan Pendidikan, I Gusti Ayu Rapeg memulai karirnya sebagai guru Meisjes Vervolg School. Sebagai seorang pendidik yang mempunyai dedikasi serta pengabdian yang tulus, I Gusti Ayu Rapeg beserta dengan kawan-kawannya dengan gigih mendatangi rumah-rumah penduduk untuk memberikan penjelasan tentang arti pentingnya Pendidikan bagi kaum Wanita. I Gusti Ayu Rapeg juga mendirikan organisasi pergerakan modern Putri Bali Sadar, yang bertujuan untuk meningkatkan harkat kaum Wanita.

Periodisasi perkembangan Pendidikan di daerah Bali diawali dengan Pendidikan pada tingkat sederhana, Pendidikan tradisional, kemudian Pendidikan modern. Dimulai akhir abad ke-19 dan abad ke-20 yakni dengan masuknya system Pendidikan Barat, masa pergerakan nasional, jaman penjajahan Jepang, hingga Pendidikan jaman Indonesia merdeka. Khusus pengabdian I Gusti Ayu Rapeg dalam bidang Pendidikan diawali pada periode masuknya Pendidikan Barat modern sampai masa pergerakan nasional. I Gusti Ayu Rapeg ditugaskan untuk mengajar di Denpasar, di Meisjes Vervolg School.  Pelajaran yang diberikan meliputi pelajaran umum, namun khusus Meisjes Vervolg School ada pelajaran ekstra yaitu mengenai mengatur rumah tangga (Huis Houding).

Para murid berasal dari semua lapisan masyarakat, setiap murid diwajibkan membayar uang sekolah sebanyak 25 cent (25 sent Belanda). Selain Lembaga Pendidikan yang telah diuraikan di atas, terdapat juga Sekolah Kepandaian Puteri (Huis Houding). Sekolah ini dibuka oleh Raja-raja di Bali, dan mereka juga sebagai pemilik sekolah ini. Murid-murid pada sekolah ini adalah Wanita-wanita dari kalangan keluarga raja, bahkan juga istri-istri mereka. Semua murid diasramakan dan diperbolehka pulang hanya seminggu sekali, Direktrisnya adalah orang Belanda yang Bernama Juffrouw Perquin.

Cita-cita I Gusti Ayu Rapeg, pada tahun 1935 khususnya dalam bidang Pendidikan memang dirintis, dihimbau agar kaum Wanita mau sekolah. Di sekolahnya mengajar di kelas empat saat itu baru 18 anak perempuan, kelas tiga ada 23, kelas dua dan kelas satu jumlahnya lebih banyak. Ide-ide dari I Gusti Ayu Rapeg banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat dalam memajukan Pendidikan terutama kaum Meisjes Vervolg School Wanita. Apalagi pada tahun 1938 dimana pada waktu itu ada Gerakan agar Kembali memuliakan budaya dan adat Bali, artinya apa-apa yang yang bercirikan Bali harus digalakkan. Berkat keuletan, kegigihan, dan kejujuran I Gusti Ayu Rapeg mendapatkan kehormatan dan kepercayaan menjadi kepala sekolah di Meisjes Vervolg School Denpasar. Kemudian kiprahnya berlanjut mendirikan organisasi Wanita PBS (Poetri Bali Sadar) untuk memajukan kaumnya dengan program-programnya pemberantasan buta huruf, khursus-khusrus kerumah tanggaan dan khursus kebahasaan.

Ketika I Gusti Ayu Rapeg dengan bersemangat membangun organisasi dan Pendidikan untuk kaum Wanita di Bali dan sedang dalam menanjak karier, I Gusti Ayu Rapeg melangsungkan pernikahan dengan I Gusti Putu Merta. Posisi I Gusti Putu Merta pada waktu itu juga sedang aktif dalam organisasi pergerkan yaitu Bali Dharma Laksana, I Gusti Putu Merta kemudian menjabat sebagai Gubernur Bali ke-4. I Gusti Ayu Rapeg dipandang mampu dan berpengalaman, sekaligus mungkin dipandang sebagai orang Denpasar asli, maka pada tahun 1941 menjelang kedatangan Jepang dipercaya sebagai pimpinan Sekolah Guru Putri dan merangkap menjadi pimpinan asrama. Pada tahun 1965 I Gusti Ayu Rapeg sebagai istri I Gusti Putu Merta yang menjadi Gubernur Bali menggantikan Anak Agung Bagus Suteja, secara otomatis menjadi Ketua Pertiwi Provinsi Bali.

Perjuangan I Gusti Ayu Rapeg dalam bidang Pendidikan telah banyak membawa hikmah khususnya bagi kaum ibu yang ingin mengikuti khursus-khursus pada sore hari sekedar untuk dapat membaca dan menulis. Berkat ide-ide gagasan-gagasan serta cita-cita perjuangannya yang gigih dari tokoh-tokoh Pendidikan seperti halnya I Gusti Ayu Rapeg dan kawan-kawannya, tentunya dapat ditularkan dan diteruskan oleh generasi penerus. I Gusti Ayu Rapeg wafat pada tahun 2004 dalam usinya yang ke-87 tahun. Jasa-jasanya patut di kenang dan dijadikan suri tauladan hingga sekarang. I Gusti Ayu Rapeg, salah seorang tokoh perempuan yang senantiasa memberi tantangan jaman yang semakin kompleks.

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta