Menengok Bukti Perjuangan R. A. Kartini di Museum Pendidikan Indonesia UNY

by museum|| 24 November 2022 || || 20 kali

...

Kemudahan akses terhadap fasilitas pendidikan bagi semua kalangan yang kita rasakan saat ini didapat dari hasil jerih payah perjuangan para pahlawan. Dahulu, akses terhadap pendidikan hanya terbatas untuk kalangan menengah ke atas saja. Oleh karena itu, hanya sebagian pribumi saja yang mampu mengenyam pendidikan dengan kualitas baik. Hal ini tentunya menyebabkan banyak kaum pribumi yang menjadi buta huruf.

Tidak hanya itu, akses pendidikan sebelum kemerdekaan Indonesia sangat terbatas untuk kalangan tertentu, contohnya untuk para perempuan. Banyak perempuan yang tidak mampu mendapat haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Rendahnya kualitas pendidikan para perempuan Indonesia ini kemudian mendorong R. A. Kartini dan pahlawan emansipasi perempuan lainnya untuk memperjuangkan akses pendidikan yang layak bagi kaum perempuan.

Salah satu upayanya adalah mendirikan sekolah khusus perempuan atau sekolah keputrian. Sekolah Kartini ini pertama kali didirikan di daerah Semarang pada tahun 1913 oleh Yayasan Van Deventer di bawah naungan Yayasan Kartini (Kartini Vereneging). Berdirinya sekolah ini merupakan hasil kekegigihan perjuangan R. A. Kartini dan penggiat politik etis CH. T. Van Deventer.

Tentunya, sekolah ini juga mengalami berbagai lika-liku dalam proses pendiriannya. Awalnya, sekolah ini hanya diisi oleh putri dengan status sosial yang menengah ke atas, mengingat saat ini Kartini berstatus ningrat. Pengajarnya pun masih didominasi oleh perempuan Belanda. Namun, seiring berkembangnya waktu, Kartini berupaya untuk menjadikan sekolah ini sebagai temppat yang dapat diakses oleh berbagai kalangan perempuan. Kemudian, perlahan perempuan dari strata sosial menengah ke bawah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Kartini ini. Sekolah ini kemudian ditujukan untuk perempuan dari usia tujuh sampai dengan 13 tahun dengan masa pendidikan selama tujuh tahun.

Berkat perjuangan panjangnya mendirikan sekolah ini, perlahan kualitas dan pendidikan di Indonesia mulai mengalami perkembangan. Perjuangannya ini juga membuat R. A. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia. Atas jasanya, kualitas pendidikan di Indonesia yang semula terbatas untuk beberapa kalangan saja peralahan dapat terbuka untuk berbagai kalangan masyarakat.

 

 

Menariknya, saksi perjuangan penuh lika-liku R. A. Kartini ini dapat kita lihat di Museum Pendidikan Indonesia UNY. Sebagai museum yang bertujuan untuk merekam perkembangan pendidikan di Indonesia, Museum Pendidikan Indonesia UNY juga menampilkan koleksi perjuangan R. A. Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia, khususnya perjuangannya dalam membuka akses pendidikan bagi para perempuan. Di museum ini, kita dapat melihat gambaran suasan Sekolah Keputrian Kartini pada tahun 1930-an. Foto asli suasana Sekolah Keputrian Kartini dipajang di ruang pamer Galeri 3 Museum Pendidikan Indonesia UNY.

Foto ini menjadi saksi perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dalam mengakses pendidikan. Tidak hanya itu, foto tersebut juga menjadi bukti perkembangan pendidikan di Indonesia yang berupaya untuk terus bergerak maju seiring berjalannya waktu. Tanpa perjuangan dan masa-masa sulit tersebut, kemudahan akses pendidikan bagi semua kalangan yang kita rasakan saat  ini bisa saja tidak terjadi.

Oleh: Adinda Raissa

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta