Koleksi Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta; Media Pembelajaran Candi Prambanan

by museum|| 26 Mei 2023 || || 327 kali

...

Salam sahabat museum.. Museum di hatiku..

Halo sahabat museum semuanya.. Yuk kita mengenal salah satu koleksi terbaik dari Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta. Berbeda dengan koleksi unggulan lainnya, koleksi Media Pembelajaran Candi Prambanan merupakan koleksi yang cukup unik sebab dapat dipindahtangankan dengan mudah. Koleksi ini pernah diangkat pada salah satu program dari Duta Museum DIY 2022 untuk Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta tahun lalu. Program tersebut adalah Program Edukasi Museum; PRO-EM Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta Edisi bulan Maret 2022.

Koleksi ini merupakan sebuah media pembelajaran bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dan juga para pengunjung Museorium Sejarah UPY (Umum). Koleksi ini dapat dibongkar-pasang supaya mempermudah & menarik minat para mahasiswa & pengunjung dalam sistem belajar mengajar. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat dan merasakan sensasi belajar sejarah yang rileks dengan media ini. Terutama anak-anak, mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tour museum di Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta pada segmen Media Pembelajaran Candi Prambanan.

Media pembelajaran ini bisa dengan mudah menyampaikan kisah dan makna dari masing-masing candinya. Dimana terdapat beberapa candi utama di lingkup atau kompleks candi Prambanan tersebut. Kemudian dikelilingi oleh candi-candi kecil yang juga dapat dipindahkan (pada media pembelajaran ini).

Dikutip dari  website resmi TWC (Indonesia Heritage Management), Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.

Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.

Berbicara tentang Candi Prambanan, tak luput pula kisah Ramayana yang selalu ditampilkan dan dipentaskan oleh para seniman-seniman di Candi Prambanan tersebut, baik di ruang tertutup (indoor) maupun ruang terbuka (outdoor).

Sahabat Museum penasaran dengan koleksi ini? Kunjungi Museorium Sejarah UPY untuk mencoba belajar dengan media ini ya Sahabat Museum! Salam sahabat museum.. Museum di hatiku..

Fitri Maghfiroh, A.Md.T. (Duta Museum DIY 2022 untuk Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta)

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta