Topeng Sebagai Seni Nusantara

by museum|| 18 September 2023 || || 12.543 kali

...

Topeng merupakan suatu karya seni yang estetik dan memiliki sisi misteri yang tersimpan diraut wajah topeng sehingga memancarkan aura dari tipe topeng itu sendiri. Topeng di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah. Pada jaman dahulu topeng digunakan untuk tarian yang menjadi bagian dari upacara adat yang menceritakan kembali cerita-cerita kuno para leluhur. Pada jaman dahulu, topeng digunakan untuk tujuan ritual bahkan banyak ditemukan diberbagai dunia. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan kesenian dan acara adat. Secara umum, topeng memiliki bentuk dan tampilan yang serupa namun memiliki perbedaan dalam hal gaya dan cara pembuatan.

Proses pembuatan topeng cukup unik dan artistic karena merupakan hasil karya seni kriya. Topeng memiliki keunikan dari segi bentuk dan filosofinya, ada yang digambarkan lengkap sesuai anatomi tubuh manusia dan ada yang tidak lengkap, bahkan cacat. Penggambaran bentuk topeng di beberapa daerah mengalami pasang surut karena disebabkan oleh faktor ekonomi, kepercayaan dan kesadaran tentang penghargaan terhadadp warisan nenek moyang.

Topeng sebagai karya seni kriya yang memiliki nilai adiluhung banyak ditemukan disemua daerah pelosok Indonesia. Selain itu topeng banyak ditemukan di luar Indonesia seperti Afrika dan Amerika Serikat. Menurut fungsinya, topeng dibedakan menjadi beberapa fungsi yaitu fungsi teknomik, fungsi sosioteknik, dan fungsi idioteknik. Fungsi teknomik yaitu topeng memiliki fungsi praktis seperti topeng menjadi sarana hiasan dinding suatu bangunan rumah tinggal. Fungsi sosioteknik yaitu topeng memiliki fungsi sosial atau sebagai pencerminan status sosial pemiliknya, seperti topeng dijadikan hiasan dinding yang dibuat dari bahan yang mahal harganya karena material terbuat dari emas atau perak. Fungsi idioteknik yaitu topeng memiliki fungsi yang berhubungan dengan kepercayaan atau agama pemiliknya, seperti topeng puspasarira yang dibuat oleh Raja Hayamwuruk dari Majapahit untuk memperingati 1000 hari wafatnya Ratu Gayatri. Dalam prasasti yang tertulis pada sebuah talam dari perunggu disebutkan sanjiwana nini haji yang artinya persembahan untuk neneknda Raja Hayamwuruk.

Suatu benda atau topeng dapat memiliki satu fungsi atau fungsi ganda karena topeng selain digunakan sebagaii alat pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis, juga digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan estetis yang bersifat sosditeknik. Secara umum topeng dibuat dengan tujuan untuk dipakai karena memiliki fungsi utama yaitu penggunaan pada wajah, sehingga dapat menyembunyikan Sebagian wajah atau seluruh muka orang yang memakainya. Sehingga topeng sering digunakan untuk media cerita yang sangat menarik dan mudah menyebar ke berbagai daerah. Hal ini menimbulkan munculnya dongeng-dongeng yang muncul berpangkal pada cerita tersebut.

Pada jaman Majapahit cerita topeng menyebar sampai Bali, Melayu bahkan sampai Siam dan Kamboja. Pertunjukan topeng sudah popular di berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat mengenal adanya kelompok pertunjukan tari topeng yang tampilannya keliling desa maupun kota yang lebih terkenal dengan nama topeng barangan. Pertunjukan topeng keliling biasanya mengambil potongan cerita Panji seperti ande-ande lumut, kuda lumping, reog, dan jatilan. Pertunjukan seperti ini sering disebut topeng babakan.

Pada masa kedatangan Agama Islam, cerita topeng tidak musnah tetapi Raja, Bangsawan dan beberapa Wali berusaha untuk mengembangkan dan menyempurnakan tarian topeng yang telah dirintis pada zaman Hindu. Pengembangan ini menyangkut nilai drama tari maupun nilai kesenirupaan. Sunan Kalijaga mempunyai peran besar untuk mengubah persepsi Masyarakat umum tentang kekuatan ghaib pada topeng karena topeng bukanlah menggambarkan roh nenek moyang dan dewa-dewa tertentu tetapi sekedar penggambaran cerita rakyat. Sunan Kalijaga berhasil menghilangkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Topeng yang pada jaman dahulu memiliki sifat sacral, simbolik dan dianggap memiliki kekuatan sakti, kemudian menjadi barang-barang biasa yang dipakai untuk sarana hiburan Masyarakat dan kadang-kadang dimasuki unsur dakwah. Dikatakan juga bahwa Sunan Kalijaga merupakan pencetus pertama bentuk topeng dengan bertolak dari kaidah perwatakan dari Wayang Gedog. Sunan Kalijaga membuat Sembilan bentuk topeng yang disesuaikan dengan bentuk wajah tokoh-tokoh wayang gedog. Dalam tradisi Surakarta dikatakan seperangkat topeng yang dibuat oleh Sunan Kalijaga terdiri dari Panji Kasatriyan, Candrakirana, Gunung Sari, Andoyo, Raton, Klana, Danawa, Benco, serta Tunas atau Tembem. Kesembilan bentuk topeng klasik tersebut amat penting artinya bagi perkembangan topeng karena merupakan model dalam pembakuan bentuk yang dikenal sampai sekarang.

 

Susana Stella

Duta Museum Sonobudoyo

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta