Penanda Sejarah di Jogja Utara bernama Monumen Yogya Kembali

by museum|| 28 April 2026 || 623 kali

...

Monumen Yogya Kembali (Monjali) merupakan salah satu bangunan iconic yang berada di Ringroad Utara Yogyakarta. Bangunan bersejarah ini didirikan untuk memperingati peristiwa kembalinya Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia yang berhasil direbut dari penjajah pada tanggal 29 Juni 1949. Pembangunan museum ini muncul dari Ide atau gagasan Bapak Kolonel Soegiarto yang waktu itu menjabat sebagai Walikota Yogyakarta. Museum mulai dibangun tanggal 29 Juni 1985 dan pada tanggal 6 Juli 1989 Monjali diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Salah satu keunikan dari Monjali adalah bangunan museum yang berbentuk menyerupai tumpeng dengan ketinggian 31,8 meter. Bangunan ini memiliki filosofi dalam budaya Jawa melambangkan rasa syukur. Rasa syukur ini terwujud atas kemenangan bangsa Indonesia dalam peristiwa kembalinya Yogyakarta sebagai ibu kota negara yang sempat diduduki Belanda. Bangunan berbentuk kerucut ini dikelilingi kolam yang tidak hanya berfungsi sebagai estetika saja tetapi secara filosofi juga sebagai pengaman atau penolak segala sesuatu yang bersifat jahat. Selain itu air kolam juga memiliki arti lambang kesucian.

Bangunan Monjali terdiri dari 3 lantai yang terbagi menjadi lantai 1, lantai 2, dan lantai 3. Lantai 1 terdiri dari 4 ruang museum yang disebut sebagai museum 1, museum 2, museum 3 dan museum 4. Museum 1 berisi koleksi tentang peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia, museum 2 berisi koleksi tentang perang Gerilya dengan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta, museum 3 berisi koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Serangan Umum 1949, dan museum 4 yang berisi koleksi yang berhubungan dengan Yogyakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesial.

Pada lantai 2 museum terdapat area yang terdiri dari zona diorama dan relief. Dalam ruang diorama ini terdapat 10 diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Yogyakarta. Lalu di area outdoor terdapat 40 relief yang juga menggambarkan berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Yogyakarta. 

Pada bagian paling atas Monjali adalah ruang lantai 3 yang diberi nama Ruang Garba Grahayang. Ruangan ini merupakan ruang hening yang berfungsi sebagai tempat untuk mengheningkan cipta serta mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur.

Secara keseluruhan Museum Monjali memili koleksi sekitar 1.108 yang terdiri dari heraldika, miniatur, replika, kendaraan, senjata api, senjata tradisional, foto dokumentasi, alat perhubungan angkatan darat, alat kesehatan, inventaris, patung peraga, arsip, daftar nama pahlawan, relief, diorama, dan evokatif. Selain keunikan bangunannya, museum Monjali menyimpan data sejarah yang perlu diketahui oleh masyarakat sebagai salah satu identitas Yogyakarta.


Salam Sahabat Museum
Museum di Hatiku

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
36 Besar Duta Museum DIY 2019 - 2020

by museum || 27 Januari 2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman telah memulai seleksi administrasi Pemilihan Duta Museum DIY tahun 2019 pada tanggal 21 Januari 2019. Dari Seleksi Administrasi ...


...
Rapat Koordinasi : Buletin Permuseuman sebagai pusat informasi museum museum di DIY

by museum || 04 Februari 2021

Selasa 2 Februari 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman mengadakan rapat koordinasi dengan Barahmus DIY dalam rangka pembuatan buletin permuseuman 2021. Pada tahun ...


...
40 Tahun Museum Puro Pakualaman

by museum || 04 Februari 2021

source pic : https://kebudayaan.jogjakota.go.id/detail/index/858 Jogja selain merupakan kota pendidikan , kini juga merupakan Daerah Istimewa. Daerah yang menyimpan banyak sejarah, budaya dan ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta