LIVING MUSEUM KOTAGEDE UPAYA PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KOTAGEDE

by museum|| 30 Juli 2021 || || 89 kali

...

Pada era modern saat ini membuat peran museum kini lebih berkembang yang semula museum berorientasi pada koleksi, kini museum lebih memusatkan perhatian pada dampak keberadaannya bagi masyarakat. pada awalnya  museum lebih memposisikan diri sebagai sebuah sarana pendidikan bagi masyarakat, kini lebih fokus kepada mengajak keterlibatan individu atau pengunjung sebagai pembelajar yang aktif. Dengan paradigma baru tersebut museum memiliki peranan mengintegrasikan pameran dan event museum sebagai upaya memberikan pengalaman edukatif kepada pengunjung.

Perkembangan paradigma museum memunculkan beberapa konsep baru museum yang diantaranya adalah community museum, open museum, integrated museum, dan ecomuseum. Perkembangan ide dan gagasan permuseuman juga memunculkan istilah baru yang dikenal sebagai living museum. Istilah living museum merupakan sebuah konsep museum yang melibatkan aktivitas masyarakat dengan tradisi yang masih hidup dan mendukung upaya pelestarian serta informasi sebuah wilayah. Meski istilah Living Museum masih belum banyak digunakan di ilmu permuseuman / museology dan masih bersifat istilah umum, pemaknaan dan implementasi living museum masih menjadi suatu umum maka dalam pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan faktor lingkungan dan masyakarat pendukung di sekitar museum.

 

 

Salah satu penerapan konsep living museum terdapat di Kotagede  Yogyakarta, hal ini disebabkan kesadaran masyarakat Kotagede kepada nilai yang terkandung pada wilayah tempat tinggalnya. Kotagede merupakan suatu wilayah yang memiliki nilai historis yang tinggi yang didukung dengan tinggalan budaya yang beragam. Konsep  living museum dipilih oleh masyarakat karena dianggap sebagai langkah tepat dalam upaya pelestarian, pengelolaan, dan pengembangan tinggalan budaya yang melibatkan masyarakat di sekitar.

Dalam upaya mendukung konsep living museum, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman Bidang Pelestarian dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman mencoba mengelola ide dan gagasan yang sudah ada terkait Living Museum Kotagede. Sebagai langkah awal,  Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY telah melakukan kajian penyusunan pusat informasi atau intro museum bagi Living Museum Kotagede.

 

 

Lokasi yang dipilih sebagai Living Museum Kotagede adalah Rumah Kalang Tegalgendu (Rumah Hj.Noerijah) yang merupakan aset dari Pemerintah Daerah DIY . Pusat informasi atau intro museum Living Museum berfungsi sebagai penghubung atau portal untuk memasuki Kotagede. Gagasan yang diambil dalam Living Museum Kotagede adalah dengan membagi kedalam klaster-klaster berdasarkan karateristik tinggalan budaya yang ada. Klaster-klaster tersebut antara lain adalah Klaster Situs dan Lansekap Arkeologi; Klaster Teknologi-Kemahiran Tradisional; Klaster Sastra, Seni Pertunjukan, Adat Tradisi, Agama dan Kehidupan Keseharian; dan Klaster Pergerakan Sosial Kemasyarakatan.

 

 

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY terus melakukan upaya dalam menjadikan rumah kalang tegal gendu sebagai pusat informasi atau intro museum Living Museum Kotagede. Upaya yang telah dilakukan diantaranya adalah kajian Penyusunan konsep tata pamer museum, kajian DED Museum Kotagede dan Kajian Pengelolaan Museum Kotagede. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan konsep ideal dalam menyajikan Living Museum Kotagede sebagai pusat informasi kawasan kotagede. (ucp,2021)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
36 Besar Duta Museum DIY 2019 - 2020

by museum || 27 Januari 2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman telah memulai seleksi administrasi Pemilihan Duta Museum DIY tahun 2019 pada tanggal 21 Januari 2019. Dari Seleksi Administrasi ...


...
Rapat Koordinasi : Buletin Permuseuman sebagai pusat informasi museum museum di DIY

by museum || 04 Februari 2021

Selasa 2 Februari 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Permuseuman mengadakan rapat koordinasi dengan Barahmus DIY dalam rangka pembuatan buletin permuseuman 2021. Pada tahun ...


...
40 Tahun Museum Puro Pakualaman

by museum || 04 Februari 2021

source pic : https://kebudayaan.jogjakota.go.id/detail/index/858 Jogja selain merupakan kota pendidikan , kini juga merupakan Daerah Istimewa. Daerah yang menyimpan banyak sejarah, budaya dan ...





Copyright@2021

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta