9 Srikandi Pahlawan Indonesia

by museum|| 28 Januari 2022 || || 7.050 kali

...

Sejarah menunjukkan, bahwa kaum Wanita Indonesia selalu berperan di dalam perjuangan melawan penjajahan. Mereka tidak hanya tinggal di garis belakang membantu kebutuhan pejuang-pejuang yang berada di garis depan, tetapi benar-benar menggangkat senjata di medan perang. Keberanian kaum Wanita Indonesia  didalam perang Kolonialisme pada abad-abad yang lampau cukup membuat kalamkabut barisan musuh.

Nyi Ageng Serang (1752-1880) atau dikenal juga sebagai Raden Ayu Serang memiliki nama kecil Raden Retno Kursiah Edi. Setelah menikah, Namanya menjadi Bendoro Raden Ayu Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Ia adalah seoarang Pahlawan Nasional Indonesia. Di antara keturunannya, salah satunya juga seorang Pahlawan Nasional, yaitu Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara.

 

 

Martha Kristina Tiahahu (1800-1818) tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang berani dimana ketika ia terjun dalam medan pertempuran melawan tentara colonial Belanda dalam Perang Pattimura tahun 1817, saat itu ia masih remaja. Keberanian dan konsekuennya sangat terkenal dikalangan pejuang, masyarakat luas, bahkan para musuh.

Cut Meutia (1850-1908) adalah perempuan yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia asal Aceh. Cut Meutia turut mempertaruhkan nyawanya demi mengusir penjajah Belanda. Bersama pasukan Pang Nangroe melakukan pergerakan melalui penyerbuan gesit kepada serdadu Belanda yang mengawal para pekerja kereta api. Dengan Gerakan itu, ia berhasil membunuh pasukan Belanda dan merampas persenjataan Belanda.

Cut Nyak Dien (1870-1910) merupakan pahlawan nasional Wanita asal Aceh yang terkenal pemberani dan cerdas. Dia mengambil jalan geriliya dan menghindari jejak saat berperang melawan penjajah. Kampung Lampadang, Aceh merupakan tanah kelahiran Cut Nyak Dien. Kampung ini masuk dalam wilayah VI Mukmim dengan ibu kotanya Peukan Bada.

Nyi Akhmad Dahlan (1872-1946) atau Siti Walidah adalah tokoh emensipasi perempuan, istri dari pendiri organisasi Muhammadiyah, Ahmad Dahlan dan juga seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Nyi Ahmad Dahlan merupakan tokoh penting dalam Muhammadiyah dan Aisiyah. Beliau pelopor dalam pembangunan organisasi tersebut. Perjuangan Muhammadiyah dan Aisiyah periode 1923-1946 dijiwai dan ditentukan Sebagian besar oleh Nyai Ahmad Dahlan.

Maria Walanda Maramis (1872-1924) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan Wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20. Beberapa upaya yang ia kerahkan yaitu dengan mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) tahun 1917 di Manado. Selain it, Walanda juga sukses memperjuangkan hak pilih perempuan pertama dalam Badan Perwakilan Minahasa pada 1921.

Raden Ajeng Kartini (1879-1904) adalah seorang tokoh Jawa  dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara. Kartini berjuang menyamakan hak antara kaum Wanita dengan kaum laki-laki, salah satunya dalam hal Pendidikan. Ia berusaha mengajarkan cara membaca dan menulis bagi kaum Wanita dari usia anak-anak hingga dewasa.

 

 

Raden Dewi Sartika (1884-1947) adalah tokoh perintis Pendidikan untuk kaum Wanita. Ia diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintahan Indonesia pada tahun 1966. Ia mendirikan sekolah bagi kaum perempuan Bernama Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung. Sekolah tersebut kemudian direlokasi ke Jalan Ciguriang dan berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada tahun 1910. Ia mengajarkan membaca, menulis, berhitung, Pendidikan agama dan berbagai keterampilan.

Hajjah Rasuna Said (1910-1965) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga merupakan pahlawan nasional. Seperti Kartini, ia juga memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan Wanita. Rasuna mendirikan perguruan putri untuk menyebar-luaskan gagasan-gagasan, ia membuat majalah mingguan Bersama Menara Poeteri. Koran ini banyak berbicara soal perempuan. Meski begitu sasaran pokoknya adalah memasukkan kesadaran pergerakan, yaitu anti kolonialisme, ditengah-tengah kaum perempuan.

Wajah dan sejarah Sembilan Srikandi Pahlawan Nasional mampu mengobarkan Kembali semangat Patriotisme dan Nasionalisme sebagai landasan utama untuk melanjutkan perjuangan disegala bidang, khususnya di bidang Pembangunan dalam arti kata luas.   

Sumber : Perpustakaan Museum Pergerakan Wanita Indonesia

 

 

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta