Blencong

by museum|| 02 Februari 2022 || || 40.971 kali

...

Pagelaran wayang, sebuah pertunjukan yang unik dengan banyak peralatan yang terlibat di dalamnya. Ada peralatan utama maupun yang bersifat penunjang. Peralatan utama terdiri dari wayang, kotak, cempala tangan, cempala kali, keprak, kelir atau layar, debog atau batang pohon pisang, blencong atau pelita, dan gamelan. Pada pembahasan artikel ini, kita akan melihat salah satu piranti yang digunakan sebagai penerangan dalam pagelaran wayang kulit. Piranti tersebut adalah “blencong”. Blencong juga menjadi salah satu koleksi dari Museum Wayang Kekayon Yogyakarta yang dipajang di Unit 1 bersama dengan diorama panggung pertunjukan wayang.

 

 

Blencong adalah komponen penting kedua dalam pagelaran. Secara kontekstual, makna blencong ini ibarat ‘cahaya’ atau penerangan dalam kehidupan manusia. Sumber cahaya dibutuhkan dalam keberlangsungan hidup. Tidak hanya manusia saja, tumbuhan, hewan, dan organisme lain pun juga membutuhkan cahaya. Penafsiran dan fungsi cahaya ini pun bermacam-macam menurut sudut pandang pembahasannya, bisa bermakna konotasi sebagai petunjuk kehidupan atau bermakna denotasi sebagai sumber energi atau penerangan.

 

Blencong.

Merupakan sumber cahaya berbentuk lampu minyak untuk penerangan dalam pagelaran wayang kulit. Berfungsi menimbulkan efek-efek bayangan pada tirai kain putih (atau yang disebut kelir dalam dunia pedalangan) untuk menangkap bayangan dari wayang kulit. Dengan menggunakan bahan bakar minyak kelapa dan bersumbu benang lawe, blencong geni menjadi sumber cahaya dalang dalam memainkan wayang kulitnya. Lampu blencong memiliki berbagai macam bentuk seperti burung Jatayu dan adapula yang seperti celengan dengan sayap kiri dan kanan. Bahan pembuatannya bisa dari perunggu, dengan memiliki lubang di tengah untuk menaruh minyak dan sumbu menghadap ke arah kelir.

Wayang yang memiliki cat dasar emas akan terlihat lebih hidup dan artistik pada bayangannya saat dipancarkan cahaya dari blencong. Belum lagi terbantu oleh terpaan angin saat dalang memainkannya, tentunya akan membawanya ke efek visual tersendiri.

Untuk tetap menjaga api agar tak padam pada Blencong, Dalang perlu mengecek dan mengatur sumbunya, agar sinarnya sesuai dengan kebutuhan pagelaran. Dengan menggunakan capit atau sapit, biasanya diperlukan untuk menjepit sumbu Blencong yang terbuat dari kain atau kapas dalam bentuk tali. Perlunya juga kehati-hatian seorang Dalang sendiri atau dilakukan oleh Asisten Dalang (panjak) dalam menggunakan sumpit, karena kain sebagai sumbu blencong mudah terbakar jika terkena percikan api.

 

 

 

Blencong dipasang tegak lurus di sisi atas tengah gawangan, biasanya digantung dan dikaitkan di ujung piranti kayu maupun logam yang juga disebut ajon-ajon. Pemasangan ini disesuaikan dengan melihat kebutuhan pencahayaan pada pergelaran. Panjang ajon-ajon kurang lebih sekitar 60-70 cm. Tingginya pemasangan blencong biasanya sejengkal di atas kepala seorang Dalang.

Seiring perkembangan zaman, blencong geni saat ini sudah jarang digunakan karena dianggap tak praktis dan cahaya yang kurang terang. Lampu Petromak hadir sebagai pengganti dalam perkembangannya, belum lagi di jaman yang serba listrik ini, blencong diganti dengan lampu bohlam atau pijar. Hal itu disiasati menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan saat ini, ketika pagelaran wayang diselenggarakan di lapangan luas dan akbar, blencong digantikan dengan lampu halogen 1000 watt. Akan tetapi, blencong geni terkadang digunakan untuk pagelaran yang bersifat ritual, semisal Upacara Ruwatan di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta.

Api lampu Blencong dan Kelir wayang punya daya getar. Perpaduan keduanya bisa memberi urip (nafas hidup). Seiring tiupan angin yang menggoyang-goyang api blencong, sosok wayang kulit akan semakin menjadi hidup.

Oleh Anisyah Padmanila Sari, Duta Museum Wayang Kekayon

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta