Seberkas Kisah Lalu : Erupsi Merapi 2010

by museum|| 14 Januari 2022 || || 50 kali

...

Erupsi Merapi  tahun 2010 lalu tentu saja masih membekas di ingatan, terlebih untuk warga di DIY, Magelang, Klaten dan Boyolali. Menurut Kepala Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, R Sukhyar letusan tersebut adalah letusan yang terbesar dan terburuk. Letusan demi letusan dimulai pada tanggal 26 Oktober 2010 dan puncaknya pada tanggal 4 s.d. 5 November 2010. Peristiwa ini menyebabkan 386 orang meninggal dunia, termasuk di dalamnya juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan.

            Pada erupsi tahun 2010 Merapi membuat rekor baru dalam luncuran awan panas, yakni sejauh 15 km dari puncak Merapi menuju Cangkringan.  Berdasarkan dari laman bnpb.id, erupsi Gunung Merapi berdampak pada berbagai sekor yakni; sektor pemukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, lintas sektor yang mengakibatkan terganggunya aktivitas umum di sekitar Gunung Merapi.

            Dalam menjalankan tugasnya sebagai museum bersejarah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif dan edukatif untuk masyarakat luas dengan memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial budaya dan hal yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya, 

            Museum Gunungapi Merapi juga menghadirkan koleksi dari dampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Sebelum memasuki ruangan display erupsi Merapi 2010 kita akan melihat patung penghormatan untuk lima anggota Tagana DIY yang gugur saat erupsi Merapi 2010 yakni bapak Samiyo, Slamet Ngatiran, Ariyanto Prasetyo, Jupriyanto, dan Supriyadi.

 

 

Memasuki ruangan erupsi 2010 kita akan melihat beberapa cerita korban erupsi Merapi yang dipajang di dinding sebelah kanan, foto erupsi merapi  2010, display dampak erupsi Merapi dan infografis  mengenai erupsi 2010 dan Gunung Merapi yang didisplay artistik dan dilengkapi dengan suasana sedemikian rupa sehingga memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung. 

 

 

Yang unik dari ruangan ini, terdapat koleksi benda dari dampak erupsi Gunung Merapi milik Pak Tugiman, warga desa Glagahmalang, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman yang merupakan staf Pemerintah Kecamatan Cangkringan. Pada masa itu Pak Tugiman sedang menjalankan tugasnya untuk membantu warga mengungsi. Terdapat cerita yang unik dalam peristiwa ini, yakni pada malam hari tanggal 3 November 2010 istri Pak Tugiman mendapat bisikan untuk berpindah pengungsian, namun tak ditindaklanjuti oleh Pak Tugiman. Paginya ketika Pak Tugiman dan istrinya membahas terkait bisikan tersebut, berselang sepuluh menit Pak Tugiman mendapat telepon dari perangkat desa yang mengabarkan Gunung Merapi kembali meletus, yang membuat mereka memutuskan untuk mengungsi. Pagi hari tanggal 4 November 2010 erupsi Merapi memunculkan kolom awan panas setinggi 4 km dengan material menuju ke segala arah. Pak Tugiman dan keluarganya melangkah ke selatan mengikuti arahan dari bisikan tadi, sehingga dapat terselamatkan.

            Cerita mengenai bisikan yang dialami oleh istri Pak Tugiman diabadikan dalam sebuah artikel dan dipajang di ruangan Erupsi 2010. Perlu diketahui bahwa di ruangan ini juga menampilakn rumah Pak Tugiman beserta perabot, tandon air, dan motornya yang terkena dampak erupsi Merapi 2010. Semua komponen dalam display ini termasuk abu vulkaniknya adalah asli, sehingga kita dapat benar-benar melihat bagaimana dampak erupsi saat itu.

 

 

 

Dari peristiwa ini kita tahu kekuatan alam tak akan mudah untuk dihalau, ilmu pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan menjadi peran penting sebagai upaya pengurangan resiko bencana alam. Sudah sewajarnya kita memberi waktu untuk Merapi ber-erupsi. Seperti slogan Museum Gunungapi Merapi : Merapi Jendela Bumi, sudah saatnya kita hidup berdampingan dengan aktivitas Merapi.

 

Oleh : Nadia Farah Safana, Duta Museum DIY 2022 untuk Museum Gunungapi Merapi

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
SEMINAR PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM TOKOH PEWAYANGAN NUSANTARA: JEJAK, PERAN, DAN RELEVANSI

by museum || 03 Maret 2021

Halo Sahabat MuseumKeterlibatan perempuan di berbagai bidang turut dikemas dalam lakon pewayangan. Mulai dari berperang, berpolitik, dan berkeluarga. Setiap tokoh wayang perempuan digambarkan dengan ...


...
Workshop Membuat Poster Pendidikan dan Koleksi MPI UNY

by museum || 09 Maret 2021

Di masa pandemi ini banyak museum yang tutup dan tidak menerima kunjungan sementara. Duta Museum DIY harus tetap mempromosikan museum dengan mengadakan acara Jumpa Sahabat Museum melalui berbagai ...


...
Duta Museum DIY : Free Modelling Class Museum Tembi Rumah Budaya

by museum || 16 Maret 2021

Pada hari Jum'at, 12 Maret 2021 telah berlangsung kegiatan "Free Modelling Class" yang diinisiasi oleh Jossephine Daniella Iki selalu Duta Museum Untuk DIY 2020 untuk Museum Tembi Rumah Budaya. ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta