Beksan Lawung Alit

by admin|| 04 Maret 2014 || 34.995 kali

...

 

Disebut juga Beksan lawung alus.Beksan Lawung Alus ( alit) ditarikan oleh 16 orang penari, terdiri dari 4 orang penari sebagai ploncon atau pengampil. 4 orang penari sebagai lawung jajar, dan 4 orang penari  sebagai lawung lurah. Tata laku Beksan lawung alus sama dengan Beksan lawung ageng. Penyajiannya dimulai dari Beksan penari lawung jajar, setelah selesai dilanjutkan beksan penari lawung lurah. Penari ploncon atau pengampil bertugas menyiapkan dan membawa lawung yang akan dipakai menari maupun bertanding oleh para penari lawung jajar. Seperti halnya Beksan Lawung Ageng, Beksan Lawung Alit juga terdiri dua bagian yaitu lawung jajar dan lawung lurah.

Busana yang berkenalan penari dalam Beksan Lawung Alit, pada dasarnya sama dengan tata busana tari klasik Yogyakarta.

(1)       Lawung Lurah mengenakan : iket tepen, kamus timang, kalung sungsung, kelat bahu, keris, celana panji-panji cindhe kain parang kesit, sabuk, bara, sampur cindhe.

(2)       Lawung jajar mengenakan : iket tepen, celana panji-panji bermotif cindhe, kain kawung, sabuk, bara, kamus timang, sampur cindhe, kalung sunsung, kelat bahu, keris.

(3)       Ploncon memakai : iket tepen, tanpa hiasan,celana, sampur, kain polos.

Bahasa yang dipergunakan dalam pengantar Beksan Lawung Alus adalah Bahasa Jawa. Gamelan yang dipakai untuk mengiring beksan ini adalah Kia Guntur Sari berlaras pelog. Gamelan ini memiliki 16 saron ( metalofon berukuran besar, sedang dan kecil). Untuk mengiringi Beksan Lawung dilengkapi dengan genderang. Gending pengiring Beksan Lawung Jajar menggunakan gending Arjuna Asmara. Kedua gending ini termasuk dalam gending-gending sabrangan dan berbentuk lanrang yaitu gongan terdiri tiga puluh dua pukulan balungan, empat kenong, dan tiga kempul, dengan adu lawung menggunakan gending gangsaran. Ragam gerak Beksanl lawung alus menggunakan ragam tari putra alus yaitu ragam tari impur.

 

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
Beksan Trunajaya

by admin || 04 Maret 2014

  Disebut juga Beksan Lawung Ageng atau Beksan Lawung Gagah. Dinamakan Beksan Trunajaya karena pada zaman dahulu para penari diambilkan dari regu Trunajaya yang merupakan bagian dari ...


...
Beksan Sekar Medura

by admin || 04 Maret 2014

  Tari putera yang para penarinya membawa botol minuman, ditarikan oleh 8 penari putera. Disebut juga Beksan Gendul. Penyebutan Beksan Gendul ini didasarkan pada perlengkapan yang ...


...
Beksan Guntur Segara

by admin || 04 Maret 2014

  Salah satu jenis tari yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I di Kraton Yogyakarta. Penari dalam Beksan Guntur Segara berjumlah empat orang pria. Perlengkapan yang digunakan ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta