Upacara Kupatan Jolosutro

by admin|| 04 Maret 2014 || 46.618 kali

...

Kupatan dari kata kupat yang berarti ketupat, sedang Jolosutro adalah nama dari suatu desa di Kelurahan Sri Mulyo, Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Kupatan di Jolosutro ini bagi penduduk setempat merupakan upacara bersih desa/Rasulan. Pelaksanaan upacara ini dilakukan dalam dua tahap:

1)      Tahap pertama upacara nyekar pada makam leluhur, ke makam Sunan Geseng. Persiapan upacara dilakukan oleh kepala dukuh, juru kunci makam, kepala desa, keluarga kepala desa lama, dan beberapa tokoh masyarakat serta orang-orang yang dianggap mampu. Makanan untuk upacara berupa nasi yang ditempatkan pada ancak dan tenggak kemudian ditutup kain, disebut ambeng. Adapun ambeng berisi sekul wajar dengan lauk pauk (sambal goreng semur, gudeg, rempeyek, tempe bakar, dan lain-lain); sekul gurih dengan rangkaiannya (sambel gepeng, ingkung ayam); tukon pasar (juadah, jenang, wajik, roti) dilengkapi dengan buah-buah (mangga, pisang, jambu, jeruk, salak). Makanan khusus yang dipersiapkan antara lain rengginan, putu kering dan ketan enten-enten.

2)      Tahap kedua upacara Rasulan. Dilakukan esok hari setelah upacara nyekar. Para penduduk mengumpulkan ambeng ke tempat upacara. Setelah ambeng tersebut terkumpul dan diberi doa oleh modin, maka dibagikan kepada para pengunjung dan tamu undangan. Dengan berakhirnya acara makan bersama berarti selesailah upacara bersih desa, rasulan atau kupatan yang diselenggarakan di komplek makam Sentono.

Setelah itu dilakukan upacara di rumah dukuh masing-masing yang rangkaian upacaranya dengan di makam Sentono, tetapi upacara lebih bersifat intern.

              Penyelenggaraan upacara termasuk sebagi ungkapan rasa syukur terhadap para leluhur dan Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT. Selain itu ditujukan pula kepada Eyang Sunan Geseng sebagai cikal bakal dan pepunden seluruh masyarakat Jolosutro. Waktu penyelenggaraan upacara sesudah masa panen terutama pada hari Senin, sedangkan pasarannya semua pasaran dapat digunakan kecuali pasaran Pon dan selalu diadakan sekitar pertengahan bulan, bersamaan dengan bulan purnama.

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
PASAR MALAM PERAYAAN SEKATEN

by admin || 01 April 2012


...
GREBEG

by admin || 01 April 2012

Upacaya Grebeg berasal dari kata Grebe, Gerbeg. Grebeg dalam bahasa jawa bermakna suara angin. Kata dalam bahasa Jawa Anggrebeg, mengandung makna menggiring Raja, pembesar atau pengantin. Grebeg ...


...
Garebeg Mulud

by admin || 01 April 2012

Upacara Sekaten diadakan setahun sekali, dimulai pada hari kelima di bulan Mulud (bulan Jawa). Upacara ini merupakan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta