Upacara Banjir

by admin|| 04 Maret 2014 || 32.325 kali

...

 

Walaupun pada dasarnya upacara ini tidak ada, namun secara sederhana ada suatu tanggapan secara tradisional apabila peristiwa banjir itu terjadi. Kata banjir, bah atau air bah berarti air yang meluap. Di DIY daerah yang terkena banjir yaitu desa Wonokromo, Kelurahan Talonokromo, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul, tepatnya pada tahun 1967. Daerah ini terletak di tepi sungai Opak yang pernah meluap.

              Maksud dari upacara banjir ini terutama untuk mencari selamat berupa tindakan menyebar garam untuk menawarkan penyakit menular yang terbawa oleh banjir. Selain itu pengucapan mantra dan rapal yang bertujuan untuk mohon kepada Tuhan agar penyakit tadi tidak menular dan membawa korban. Upacara ini berlangsung jika muncul tanda-tanda akan datangnya banjir berupa membaca mantra atau rapal, kemudian apabila air telah surut, penduduk segera menyebar garam di halaman rumah, di dalam rumah, atau di tempat yang terkena banjir. Tindakan tersebut dilakukan oleh kepala keluarga (rumah tangga), ayah, ibu ataupun anggota keluarga yang lain. Mereka percaya bahwa garam ini dapat menawarkan penyakit yang terbawa oleh banjir tersebut.

 

 

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
PASAR MALAM PERAYAAN SEKATEN

by admin || 01 April 2012


...
GREBEG

by admin || 01 April 2012

Upacaya Grebeg berasal dari kata Grebe, Gerbeg. Grebeg dalam bahasa jawa bermakna suara angin. Kata dalam bahasa Jawa Anggrebeg, mengandung makna menggiring Raja, pembesar atau pengantin. Grebeg ...


...
Garebeg Mulud

by admin || 01 April 2012

Upacara Sekaten diadakan setahun sekali, dimulai pada hari kelima di bulan Mulud (bulan Jawa). Upacara ini merupakan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta