MUSEUM NEGERI PROVINSI DIY

by admin|| 01 April 2012 || 39.863 kali

...

Alamat : Jalan Trikora 6, Yogyakarta
Telepon : (0274) 376775, Fax. 385664
Pimpinan : Drs. H. Basuki
Status Museum : Museum Negeri Propinsi
Jenis Museum : Museum Umum

1. Riwayat Berdirinya
Sebuah Yayasan bergerak di bidang Kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok, berdiri di Surakarta pada tahun 1919 bernama Java Instituut. Dalam keputusan kongres tahun 1924, Java Instituut akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta. Pada tahun 1929 pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok Java Instituut dibantu oleh De Inheemche Nijsverheid op Java, Madura, Bali en Lombok.
Panitia Perencana pendirian museum dibentuk pada tahun 1913 dengan anggota :
Ir. Th. Karsten, PHW Sitsen, dan S. Koperberg. Bangunan Museum Sonobudoyo menggunakan tanah bekas ""Schauten "". Tanah itu merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan ditandai dengan candra sengkala "" Buta Ngrasa Esthining Lata "" yang menunjukkan tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Sedangkan peresmian pembukaan Museum Sonobudoyo dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada hari Rabu Wage tanggal 9 Ruwah tahun 1866 Jawa dan ditandai dengan candra sengkala : "" Kayu Winayang ing Brahmana Budha "" yang menunjukkan tahun 1866 Jawa atau tepatnya pada tanggal 6 November 1935 Masehi.
Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyoto Projo ( Kantor Sosial Bagian Pengajaran ). Setelah kemerdekaan dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Pratiwa yaitu jajaran Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat atau Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan sampai saat ini.

2. Bangunan
Pembangunan gedung Museum Sonobudoyo ini dilaksanakan oleh Ir. Karsten dan pengawas serta penasehat Ir. L.J. Moens. Luas tanah keseluruhan lebih kurang 21.293 m2. Bangunan gedung Museum Sonobudoyo meliputi :
1. Dalem Ageng sebagai tempat pertunjukan,
2. Pendopo sebagai ruang pengenalan,
3. Gandok tengen sebagai ruang pameran,
4. Gandok kiwo sebagai ruang pameran.
Menurut informasi lama gedung Museum Sonobudoyo berbentuk tajuk seperti bangunan masjid lama Keraton Kasepuhan Cirebon, tetapi menurut pengamatan dan penelitian pada dewasa ini bangunan museum tersebut berbentuk "" Sinom Lambang Gantung "".

3. Koleksi
Saat ini museum memiliki berbagai koleksi yang berasal dari berbagai unsur kebudayaan - kebudayaan daerah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Sebagian besar koleksi tersebut merupakan hibah dari Java Instituut.
Di dalam ruang pamer tetap Museum Sonobudoyo terdapat beberapa ruangan yang meliputi :
1. Ruang Pengenalan
Ruang ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai unsur-unsur
koleksi yang dipamerkan pada ruang-ruang selanjutnya.
2. Ruang Prasejarah
Koleksi yang dipamerkan dalam ruangan ini yaitu berbagai macam peninggalan yang
berasal dari masa prasejarah.
3. Ruang Klasik dan Islam
Ruang ini memamerkan sejumlah benda yang berasal dari masa klasik atau masa Hindu / Budha dan benda yang berasal dari masa Islam.
4. Ruang Batik
Ruang ini memamerkan berbagai corak batik, baik tradisional maupun yang modern ( kontemporer ). Selain itu dipamerkan juga beberapa alat yang digunakan dalam pembuatan batik.
5. Ruang Wayang
Koleksi yang dipamerkan dalam ruangan ini adalah berbagai jenis wayang, miniatur
pagelaran wayang kulit, ilustrasi mengenai proses pembuatan wayang.
6. Ruang Topeng
Ruang ini memamerkan berbagai jenis topeng dan ilustrasi proses pembuatan topeng.
7. Ruang Jawa Tengah dan Yogyakarta
Ruang ini memamerkan berbagai benda kesenian dan kerajinan serta gambaran
kehidupan yang menjadi ciri khas daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta
8. Ruang Bali
Ruang ini memamerkan berbagai benda kesenian, kerajinan, dan gambaran mengenai
latar belakang kehidupan yang menjadi khas Bali.
9. Kompleks Candi Bentar
Kompleks ini merupakan pameran diluar ruangan yang memamerkan arsitektur tradisional Bali yang meliputi (a) bangunan pemujaan (Pura), (b) bangunan rumah tinggal, dan (c) bangunan tempat musyawarah beserta unsur-unsur lain yang menjadi pelengkap dalam kompleks itu.
10. Koleksi Halaman
Nama itu untuk menyebut koleksi arkeologi berupa berbagai jenis arca batu, yang
dipamerkan di halaman Museum Sonobudoyo.

4. Jam Kerja / Buka
Hari Selasa s.d Kamis : pukul 07.30 - 14.30
Hari Jumat : pukul 07.00 - 11.00
Hari Sabtu dan Minggu : pukul 07.30 - 13.00
Hari Senin : tutup

5. Biaya Masuk
Dewasa : Rp 750,00
Anak-anak ( TK /SD ) : Rp 250,00
Rombongan ( min. 20 ) : Rp 250,00

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
MUSEUM WAYANG KEKAYON

by admin || 01 April 2012

Alamat : Jalan Raya Yogya - Wonosari km. 7, No. 277, Baturetno,Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55197Telepon : ( 0274 ) 513218, 379058, 0818260020Faks : (0274) 513218e-mail : ...


...
MUSEUM BATIK YOGYAKARTA

by admin || 01 April 2012

Alamat : Jalan Dr. Sutomo 13, Yogyakarta Telepon : (0274) 515953, 562338 Pimpinan : Hadi Nugroho Status Museum : Museum swasta Jenis Museum : Museum khusus 1. Riwayat Berdirinya Museum Batik ...


...
MUSEUM PERGERAKAN WANITA INDONESIA

by admin || 01 April 2012

Alamat : Jalan Laksda Adisucipto 88, Yogyakarta Telepon : ( 0274 ) 587818,513282 Fax. : ( 0274 ) 520360 Pimpinan : Ny. Hj. Tuti I. Loekman Soetrisno Status Museum : Museum Swasta Jenis Museum : ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta