Pameran FOLK:LORE di Galeri Jogja National Museum

by admin|| 03 Juni 2015 || 53.249 kali

...

YOGYAKARTA, TASTEOFJOGJA.COM - Bagi Laksmi Shitaresmi dan Franziska Fennert pulau Jawa adalah rumah besar bagi keduanya yang menampung peradaban tua yang telah dimulai sejak abad ke-8 masehi. Tahun 1700-an banyak diketemukan reruntuhan kuno dari berbagai latar belakang kehidupan dan sebaliknya pada abad ke-21 tanah Jawa menjadi rumah bagi anak bangsa yang disebut Indonesia.

Keduanya telah merasakan kehidupan di Tanah Jawa dengan berbagai peristiwa yang telah terjadi di tanah Jawa ini. Pengalaman keduanya diwujudkan dalam praktik pembuatan seninya. Dia sering menggunakan pathos budaya simbolisme Jawa dalam karya seninya.

Pameran ini memiliki dua fokus yang berdiri kokoh berdampingan. Fokus tersebut adalah Folk dan Lore, maka jadilah judul pameran ini.

Franziska Fennert dan Eksplorasinya pada Narasi Kuno Jawa
Pemahamaan dan eksplorasi tentang budaya Jawa membawa Franziska Fennet mengajak kita membaca sejarah Jawa dengan cara yang segar. Memunculkan sosok Durga dalam karyanya tidak terlepas dari budaya Jawa yang kaya akan nuansa, Franziska berhasil menampilkan sosok Durga dengan memancing kita memperhatikan segala renik dan nuansa warna yang dipakai dalam menjahit bentuk citraan yang penting bagi masyarakat Jawa, dan itu adalah Durga

Laksmi Shitaresmi: Kritik Wanita Jawa pada Pemimpin Bangsa
Kemunculan pertamanya di akhir 80-an saat Indonesia dalam era perkembangan ekonomi dan masih berjuang mengidetifikasikan identitasnya secara politik maupun budaya. Sejak itu Laksmi mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan Jawa dengan semua keburukan dan kemuliaannya. Dia bekerja dengan simbolisme Jawa dalam seninya.

Laksmi menggunakan simbol-simbol ini sebagai bentuk penghormatan atas budaya yang membesarkannya, untuk menyampaikan pikirannya, keprihatinan dan kekhawatiran tentang orang-orang di sekelilingnya. (aanardian/tasteofjogja.com)

Artikel Terpopuler


...
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

by admin || 07 Maret 2014

Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.    Adangiyah. Nama dari jenis ...


...
Istilah- Istilah Gerakan Tari  Gaya  Yogyakarta

by admin || 05 Maret 2014

Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah ...


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



Artikel Terkait


...
Yogyakarta - Bangka Menegakan Kedaulatan Negara, 1948 - 1949

by Vishnu || 10 Februari 2023

Yogyakarta-Bangka Menegakkan Kedaulatan Negara, 1948–1949 Yogyakarta-Bangka Menegakkan Kedaulatan Negara, 1948–1949 Penulis          :  Ali Usman & ...


...
Keistimewaan Yogyakarta Dalam Lintasan Sejarah

by Vishnu || 20 Februari 2023

“Keistimewaan Yogyakarta Dalam Lintasan Sejarah” Penulis : Lilik Suharmaji, dkk ISBN : (dalam proses) Sampul : Hard ...


...
Kajian Monumen dan Tetenger di Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Mataram Islam, Kolonial, Revolusi, dan Kontemporer

by Vishnu || 20 Februari 2023

“Kajian Monumen dan Tetenger di Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Mataram Islam, Kolonial, Revolusi, dan Kontemporer” Penulis : Aan Ratmanto, ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta