by admin|| 04 Maret 2014 || 48.723 kali
Upacara ngalangi merupakan upacara adat penangkapan ikan di Pulau Drini, di wilayah pedukuhan Wonosobo, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Kata ngalangi berasal dari kata alang yang berarti sisi yang pendek dari atau yang melintang, alangan berarti rintangan, ngalangi berarti merintangi. Upacara ini dilakukan dalam dua tahap yaitu: 1. Masang gawor ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 59.107 kali
Upacara Rasulan atau bersih desa (selamatan rasul/metri desa) berkaitan dengan upacara massal. Upacara ini diadakan setahun sekali sehabis panen seperti yang dilaksanakan di kelurahan Kemiri, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Disebut Rasul/Rasulan karena dalam upacara selamatan tersebut salah satu tokoh yang dihormati, diselamati sekaligus dimintai ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 43.082 kali
Labuh atau nglengani, ialah upacara yang diadakan ketika akan memulai memetik padi pertama kali. Kata labuh ini mempunyai arti: jatuh, runtuh. Menurut arti kata setempat yaitu: mulai. Upacara tersebut di lain tempat dinamakan wiwit. Upacara ini dilakukan oleh masyarakat petani di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 42.214 kali
Upacara garap siti adalah upacara yang merupakan rangkaian awal upacara kesuburan tanah. Upacara ini diadakan oleh masyarakat Desa Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul dalam mengerjakan tanah pertaniannya. Disebabkan dalam mengerjakan tanah pertaniannya, masyarakat desa Banjarejo sangat tergantung pada turunnya hujan. Tahap-tahap dalam upacara garap siti yaitu membejak tanah, nyadran taunan, dan ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 63.393 kali
Arti dari kata sekaten banyak sekali, diantaranya: 1. Sekaten berasal dari kata sekati ialah nama dari dua perangkat gamelan pusaka keraton yang ditabuh dalam rangkaian acara peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. 2. Suka dan ati yang berarti suka hati atau senang hati. 3. ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 43.354 kali
Fakta yang menjadi petunjuk bahwa sesajian gunungan itu merupakan salah satu bentuk ungkapan dari kepercayaan lama Jawa asli dalam kaitannya dengan lambang kesuburan, kultur agraris serta sifat-sifat magisnya yang berupa upacara tradisional serta pemajangan sesajian gunungan. Upacara numplak wajik ini dilaksanakan pada sore hari di Pawon ageng di halaman ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 55.599 kali
Kata gunungan dalam bahasa Jawa bermakna “gunung-gunungan”, seperti gunung, menyeruapi gunung. Gunungan adalah salah satu wujud sesajian selamatan (dalam bahasa Jawa disebut sajen wilujengan) yang khusus dibuat untuk disajikan dalam selamatan negara (dalam bahasa Jawa disebut Wilujengan Negari) setiap garebeg dan Maleman atau Selikuran. ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 44.894 kali
Berasal dari kata gerebeg, gerbeg. Grebeg dalam bahasa Jawa bermakna suara angin. Kata dalam bahasa Jawa (h)anggarebeg, mengandung makna menggiring raja, pembesar atau pengantin. Garebeg yang menjadi salah satu bentuk adat keraton Kesultanan Yogyakarta untuk pertama kalinya diadakan oleh Sultan Hamengku Buwana I. Garebeg merupakan suatu upacara kerajaan melibatkan seisi keraton, segenap aparat kerajaan dari yang berpangkat tertinggi sampai terendah melibatkan seluruh lapisan ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 132.931 kali
Plangkah. Pemberian sekandung yang lebih muda kepada saudara yang lebih tua sebagai tanda mohon izin untuk mendahului menikah/berumah tangga, karena dalam melaksanakan berumah tangga pada adat masyarakat Jawa biasanya dilakukan berurutan dari saudara yang paling tua terlebih dahulu kemudian diikuti oleh yang lebih muda. Fungsi pemberian plangkah ini untuk menjaga kerukunan dalam lingkup keluarga dan rasa terima kasih karena telah diizinkan untuk menikah terlebih dahulu. ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 89.276 kali
Upacara Adat Tradisional. Kata “upacara” mengandung pengertian peralatan menurut adat, melakukan sesuatu perbuatan yang menurut adat kebiasaan atau menurut agama (Poerwodarminta, 1983:883), sedang “upacara tradisional” secara umum dapat diartikan sebagai tingkah laku resmi yang dilakukan untuk peristiwa-peristiwa yang tidak ditujukan kepada kegiatan teknis sehari-hari, akan tetapi mempunyai kaitan di luar kemampuan manusia atau kekuatan ...