Kasih, gadis cilik berbakat dari Desa Bejiharjo

by sf|| 16 Oktober 2019 || || 165 kali

...

Festival desa budaya atau gelar potensi desa budaya 2019 memang sudah berlalu, dan telah diketahui bersama para juaranya. Meskipun demikian, ada kenangan yang mengesankan di balik penyelenggaraan festival tersebut, pada 12 dan 13 Oktober 2019, di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.

Saya meninjau tempat (anjungan) pameran, dari dua belas desa budaya, peserta festival. Setelah melihat-lihat suasana pameran di sejumlah anjungan, saya memasuki anjungan desa budaya Bejiharjo. Di sini, saya tidak menyangka bertemu dengan beberapa gadis cilik yang ceriwis, namun ramah. Tiga gadis cilik, yang masing-masing berumur enam, delapan, dan sebelas tahun itu sedang bermain-main.

Hal ini bermula ketika saya mengambil tempat duduk bagian depan pada andong dengan patung kudanya, untuk makan. Sambil menikmati makanan khas perdesaan, yaitu thiwul, wader, dele, dan nasi secukupnya, saya mencoba berbincang-bincang dengan ketiga gadis cilik itu. Segera saya tahu bahwa mereka anak-anak kecil yang mudah diajak berbicara. Salah satunya bernama Kasih, yang masih berumur delapan tahun.

Gadis yang bernama lengkap Golio Maxwellie Kasih Wijanarko ini, punya hobi menari, karawitan, dan kesenian tradisional.seperti jathilan, reog, dan lain-lain. Kasih ikut kegiatan sanggar, contohnya sanggar Sekar Kinasih, TBM Malowopati, di Dusun Kulwo, Desa Bejiharjo. Kesenangannya itu merambah sampai mengikuti pentas-pentas. Kalau lama tidak manggung, dia meminta dicarikan orang agar bisa pentas.

Dia senang bermain-main dengan anak-anak kecil atau teman sebayanya. Biasanya, kalau ada yang menangis, Kasih sering begitu, memainkan mata dan mulutnya, untuk melucu, maksudnya untuk menghibur (seperti tampak pada potret).

Kadang-kadang, hal itu dilakukan untuk menakut-nakuti, mengolok-olok, biar tertawa. Senang membuat orang lain bahagia. Kalau gugup pun, di panggung, dia juga suka begitu. Pokoknya jahil.dan usil, namun sembada (secukupnya/tidak berlebih-lebihan), kemuka ibunya.

Kasih dan kawan-kawan ciliknya merupakan mutiara Desa Bejiharjo yang perlu terus diasah. Mereka harus mendapat perhatian yang semestinya, agar kelak bisa menjadi seniman penerus yang mengharumkan seni dan budaya di Desa Bejiharjo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya. Di luar hal ini, ada keinginan Kasih yang belum terwujud, seperti yang diungkap ibunya yang akrab disapa Bu Susi, bahwa dia ingin punya adik.(hen/lembud)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...



Berita Terkait


...
Gelar Potensi Menjaga Eksistensi

by admin || 23 September 2019

.


...
Tampilkan Atraksi dan Pameran Produk

by admin || 23 September 2019

.





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta