by admin|| 12 Februari 2020 || || 1.356 kali
Ketoprak sudah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari Yogyakarta. Sehingga sudah semestinya jika warga Yogya tidak hanya bisa ‘nanggap’, tapi mulai melakukan pembinaan sehingga memberi harapan di masa mendatang melalui proses regenerasi yang baik. “Jangan sampai pelaku ketoprak di segala bidang terkait itu hilang. Sehingga polanya dilakukan pembinaan. Hal tersebut juga selaras pesan Gubernur DIY Sultan HB X agar ada pembinaan di bidang seni tradisi,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho, dalam acara Workshop Manajemen Produksi Pengembangan Ketoprak, di Burza Hotel Yogyakarta, Rabu (5/2) sore. Kegiatan tersebut digelar hingga Kamis (6/2) dari rangkaian 4 angkatan yang akan digelar.
Menurut Aris, dari sisi kelompok sebenarnya di Yogya terbilang banyak. Tapi hal tersebut belum bisa menjadi bagian pengembangan. “Harapannya bahwa ketoprak ke depan bisa dinikmati segala kalangan. Jangan sampai ketoprak hanya nantinya sebatas bersifat tradisional. Tapi sudah diarahkan perkembangan menuju ketoprak milenial,” lanjut Aris.
Salah satu narasumber dalam kegiatan yang didanai Dana Keistimewaan tersebut, Bondan Nusantara menjelaskan melalui acara ini diharapkan dapat melahirkan SDM ketoprak baru. Hal tersebut merujuk pada anggapan selama ini bahwa regenerasi SDM ketoprak terbilang lambat. “Mulai dari sutradara, pemain penata artistik, penata busana, pemusik dan lainnya. Jika dibiarkan, lama-lama akan habis. Karena itu perlu melahirkan SDM baru. Bukan cuma pada generasi yang muda dalam usia, tapi juga bagi mereka yang punya keinginan belajar,” ungkap Bondan.
Kegiatan pengembangan ini, tegas Bondan, tidak berniat meniadakan mereka yang selama ini berada di kalangan senior. Tapi lebih pada upaya melahirkan sesuatu yang baru lagi, menuju ketoprak kekinian. (snt-hay)
Kedaulatan Rakyat
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 06 Juli 2019
Mengambil tema Sangkan Paraning Dumadi, pelatihan tata Nilai Budaya Yogyakarta yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 6 dan 7 ...
by admin || 07 Juli 2019
Dinas Kebudayaan (KundhaKabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengembangan danimplementasi nilai-nikai luhur dalammasyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua ...
by admin || 23 September 2019
Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, hari Kamis, 15 Agustus 2019, menetapkan 30 karya budaya DIY sebagai Warisan ...