...

Ketoprak sudah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari Yogyakarta. Sehingga sudah semestinya jika warga Yogya tidak hanya bisa ‘nanggap’, tapi mulai melakukan pembinaan sehingga memberi harapan di masa mendatang melalui proses regenerasi yang baik. “Jangan sampai pelaku ketoprak di segala bidang terkait itu hilang. Sehingga polanya dilakukan pembinaan. Hal tersebut juga selaras pesan Gubernur DIY Sultan HB X agar ada pembinaan di bidang seni tradisi,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho, dalam acara Workshop Manajemen Produksi Pengembangan Ketoprak, di Burza Hotel Yogyakarta, Rabu (5/2) sore. Kegiatan tersebut digelar hingga Kamis (6/2) dari rangkaian 4 angkatan yang akan digelar.

 

Menurut Aris, dari sisi kelompok sebenarnya di Yogya terbilang banyak. Tapi hal tersebut belum bisa menjadi bagian pengembangan. “Harapannya bahwa ketoprak ke depan bisa dinikmati segala kalangan. Jangan sampai ketoprak hanya nantinya sebatas bersifat tradisional. Tapi sudah diarahkan perkembangan menuju ketoprak milenial,” lanjut Aris.

 

Salah satu narasumber dalam kegiatan yang didanai Dana Keistimewaan tersebut, Bondan Nusantara menjelaskan melalui acara ini diharapkan dapat melahirkan SDM ketoprak baru. Hal tersebut merujuk pada anggapan selama ini bahwa regenerasi SDM ketoprak terbilang lambat. “Mulai dari sutradara, pemain penata artistik, penata busana, pemusik dan lainnya. Jika dibiarkan, lama-lama akan habis. Karena itu perlu melahirkan SDM baru. Bukan cuma pada generasi yang muda dalam usia, tapi juga bagi mereka yang punya keinginan belajar,” ungkap Bondan.

 

Kegi