Ajak Generasi Milenial Menulis Naskah Jawa

by admin|| 16 Maret 2020 || || 2.720 kali

...

Peradaban sebuah bangsa bisa ditelusuri melalui peninggalan masa lalunya, peninggalan tersebut bisa berupa artefak, arkeologis, bukti tata tulis, baik yang berupa prasasti maupun naskah lontar serta media tulis lainnya.


Banyak diantara kita yang mungkin saja belum tahu, bahwa media tulis yang digunakan pendahulu kita dalam menulis adalah sebuah adikarya, bagaimana tidak, media tulis yang dikembangkan ratusan, mungkin ribuan tahun itu adalah kreasi yang luar biasa, meskipun diperadaban lain juga mengembang media tulis yang berbeda.

Media tulis yang dikenal oleh peradaban Jawa pada masa lalu ada beberapa, diantaranya antara lain ;
1. Piagam – piagam tulis yang dipahatkan pada media batu, logam, atau kita mengenalnya dengan istilah prasasti.
2. Media lontar atau ron tal, yaitu media tulis yang berasal dari pelepah daun pohon tal.
3. Media kertas kulit kayu, sering kita mengenalnya dengan istilah dluwang, atau daluwang bagi masyarakat Sunda, dan dlancang bagi masyarakat pada umumnya.

Workshop Penulisan Naskah Jawa kali ini melihat 1) bagaimana proses sebenarnya media kertas Jawa (secara umum Nusantara) ini dibuat, dari jenis pohon, umur pohon sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku, serta  2) bagaimana memanfaatkan kertas dlancang tersebut di sehingga mampu menjadi produk budaya kekinian.

Rully Andriadi, SS. Selaku kepala Bidang Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman memaparkan bahwa Latar belakang diadakannya Workshop Penulisan Naskah Jawa pada kesempatan kali ini mengingat perlunya mengenalkan kembali tradisi tulis aksara Jawa dengan media kertas dlancang (dluwang) serta memacu perkembangan Aksara Jawa secara digital modern. serta seluruh pembiayaan menggunakan Dana Keistimewaan

Maksud dan Tujuan adalah agar peserta workshop yang berasal dari kalangan milenial bisa mengerti-memahami tradisi penulisan leluhur kita, melalui kertas dlancang, baik dari segi kesejarahan, proses pembuatan sampai dengan penciptaan sebuah karya sastra. Serta, kemudian harapannya mampu memberikan pengembangan pada ranah digital di zaman modern ini. Selanjutnya, hasil karya dari siswa-siswi ini kemudian akan dipamerkan pada Kongres Aksara Jawa 2020.

Workshop Penulisan Naskah Jawa berlangsung 2 hari 1 malam, dimulai hari ini Kamis, 12 Maret 2020 sampai dengan 13 Maret 2020, bertempat di Hotel Horison Jl Urip Sumoharjo Yogyakarta. Peserta berasal dari 16 sekolah di DIY dengan komposisi 30 siswa dan 16 pendamping. Narasumber ahli dan para pakar yang akan mengisi adalah
- Dr. Sri Ratna Saktimulya (UGM) akan menjelaskan Iluminasi Naskah-Naskah Manuskrip
- Dr. Affendy Widayat (UNY) memberikan pemahaman Filosofi Ajaran Moral Aksara Jawa
- Indra Suroinggeno (Museum Wayang Beber Sekartaji) membimbing praktek Pembuatan Dluwang/Dlancang
- A'ang Nugroho Pambudi (Komunitas Aksara Jawa Kuno Sutasoma) membimbing praktek Penulisan Aksara Jawa Media Dluwang
- Arif Budiarto,S.Pd (Komunitas Aksara Jawa Segajabung) memberikan wawasan Berkreasi dengan Aksara Jawa Digital
- MB Dwijasetyaprasaja sebagai penutup akan menjelaskan Pelestarian Pengembangan Bahasa dan Sastra Melalui Aksara Jawa

Aulia Imroatulatifa dari SMA 1 Lendah yang karyanya masuk 8 terbaik, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan karena siswa diajarkan membuat kertas dluwang dan menulis aksara jawa dari kertas yang dihasilkan. (hay)

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...



Berita Terkait


...
Pelatihan Tata Nilai Budaya Yogyakarta Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY

by admin || 06 Juli 2019

Mengambil tema Sangkan Paraning Dumadi, pelatihan tata Nilai Budaya Yogyakarta yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 6 dan 7 ...


...
Pelestarian Tata Nilai Budaya DIY di Cagar Budaya “Pendhapa Brotosudarman’’, Gilangharjo

by admin || 07 Juli 2019

Dinas Kebudayaan (KundhaKabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengembangan danimplementasi  nilai-nikai luhur dalammasyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua ...


...
30 Karya Budaya DIY ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019.

by admin || 23 September 2019

Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, hari Kamis, 15 Agustus 2019, menetapkan 30 karya budaya DIY sebagai Warisan ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta