Komik zaman sekarang: penceritaan dulu, pencitraan (gambar) nanti dulu

by sf|| 25 Agustus 2020 || || 34 kali

...

Sejak satu dekade silam (2010, dan sebelumnya), komikus indonesia mulai meninggalkan perdebatan mengenai gaya menggambar komik. Gaya apapun tidak masalah, Jepang, Amerika, dan Eropa, dulu punya pengaruh sampai negara-negara lain. Sekarang, mereka punya gaya gambar komik yang beraneka ragam, seperti juga di Indonesia. Demikian diungkap Terra Bajraghosa, pemerhati komik di Yogyakarta. Keadaan ini bisa dilihat pada komikus masa kini, yang cenderung memilih pengaruh gayanya sendiri-sendiri. Pada masa sebelumnya, gaya Amerika atau Eropa merupakan pilihan.

Zaman sekarang, karya komik ditekankan pada penceritaan (bedakan dengan pencitraan). Gaya apapun dipersilakan, yang penting maksimal. Cerita bisa disampaikan, atau dengan lain kata, gagasan komikus bisa diterima. Pembacanya pun bisa membaca dengan baik, dan secara ekonomi, komik bisa terbeli. Keadaan inilah yang dianggap penting, tegas Terra.

Gaya yang terpengaruh pada keinginan pasar, tidak serta merta diikuti. Misalnya, dengan gaya campur-campur, namun berbeda dengan biasanya, kemungkinan besar bisa diterima masyarakat. Hal ini mungkin tercapai, sepanjang bisa menjaga kemapanan jalan cerita, bagus, dan gambarnya luwes, dalam arti bisa menyampaikan artikulasi (makna) cerita dengan bagus.

Terkait dengan kesukaan akan komik, remaja zaman 1970-an atau 1980-an dengan anak muda sekarang, diakui Terra, yang lahir pada 1981, bahwa masa kecilnya diramaikan dengan komik Eropa terjemahan. Meskipun demikian, dia merasa beruntung dengan keberadaan komik indi, yang pembuatnya punya berbeda-beda gaya.

Sekarang, dengan kemajuan teknologi, komik bahkan sudah bisa dinikmati melalui smartphone, webtoon, atau komik digital online. Jadi, masing-masing generasi punya pengalaman sendiri-sendiri. Lebih dari itu, mestinya semua tersedia, baik yang mau melihat dari online, maupun yang senang bukunya langsung. Ini bisa dibandingkan dengan keberadaan koran cetak, yang masih punya pembaca setia.

Sejumlah penerbit komik online masih memandang penting pasar cetak. Mereka punya strategi tersendiri bahwa suatu komik hanya bisa dibaca [sebagai iklan melalui dunia maya], dan tidak bisa dimiliki. Pembaca tidak diberi pilihan lain. Kalau ingin membaca, online saja. Tidak bisa diunduh. Kalaupun bisa, mutu gambarnya rendah. Setelah beberapa judul, atau sekian bulan sekali, baru komiknya diterbitkan (cetak).(hen/lembud)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Bertemunya Budaya Berbagai Daerah

by admin || 23 September 2019

.


...
Sosio Drama Teatrikal & Parade Kebangsaan Peringatan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu || 01 Maret 2020

Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...


...
Orkestra Serenade Bunga Bangsa Intenalisasi Sejarah Kepahlawanan

by Vishnu || 09 Maret 2020

Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta