Sekilas tapi Membekas, Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu|| 24 Agustus 2021 || || 3.231 kali

...

SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah salah satu rangkaian hari-hari bersejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan negara Republik Indonesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, menghadapi serangan tentara kolonial asing yang hendak mengembalikan penjajahan di bumi pertiwi.

Pada tanggal 1 Maret 1949 telah dilancarkan serangan umum bersenjata serentak oleh TNI bersama satuan pemuda dan rakyat terhadap tentara kolonial, yang menduduki ibukota perjuangan Republik Indonesia Yogyakarta pada waktu itu. Kejadian tersebut telah membuat kedudukan Belanda di Indonesia menjadi terintimidasi. Posisi Belanda di Indonesia menjadi semakin terpojok seiring dengan berita bahwa Indonesia telah merdeka dan masih ada. Berita tersebut semakin menjadi ketika sampai di Dewan Keamanan PBB yang kemudian Indonesia berusaha meyakinkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang merdeka.

Prolog peristiwa heroik ini terjadi 70 tahun yang lalu, setelah melalui meja perundingan, aksi-aksi polisionil serta pembentukan negara-negara boneka oleh pemerintah kolonial tidak berhasil meniadakan Republik Indonesia, maka kemudian di susul tindakan-tindakan ingkar janji (persetujuan Renville-Linggarjati), dengan serbuan udara pasukan  para tentara Belanda di lapangan terbang Maguwo (Lanud Adisucipto) pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948, pada waktu suasana kehidupan ibukota Yogyakarta, yang berusia tiga tahun merdeka, baru saja tenang, setelah beberapa minggu menyelesaikan tugas menumpas peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di daerah Madiun, 18 September 1948.

Satuan-satuan TNI masih terpencar di daerah-daerah perbatasan garis demarkasi pendudukan Belanda, untuk menghadapi kemungkinan serbuan tentara kolonial melalui darat dari arah utara dan barat. Meskipun jumlah dan kekuatan satuan tentara di sekitar lapangan terbang Maguwo tidak seimbang menghadapi serbuan tentara kolonial, namun dengan semangat patriotik “cinta bangsa dan tanah air”, satuan tentara beserta rakyat tetap bertahan dan terus mengadakan perlawanan.

Akhirnya, dengan melewati korban pahlawan-pahlawan, tentara kolonial kemudian dapat memasuki kota Yogyakarta dari arah timur (Maguwo) serta menawan beberapa pimpinan Pemerintahan Tertinggi RI. Oleh karenanya dibentuklah pemerintah darurat RI yang berkedudukan di Sumatera Barat, namun pasukan serta TNI langsung bergerak keluar kota Yogyakarta dan memasuki daerah kantong-kantong perlawanan masing-masing sesuai Perintah Siasat No.1/Stop/48 dari Jenderal Soedirman dan beserta rakyat tetap bertekad untuk meneruskan perlawanan rakyat semesta (gerilya).

Serangan Umum 1 Maret perupakan salah satu peritiwa penting dan besar di Indonesia, bukan hanya untuk Yogyakarta, namun merupakan tonggak awal pemecut terciptanya perjuangan Indonesia yang merupakan kemanunggalan antara TNI dan Rakyat dalam upayanya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut merupakan salah satu bukti nyata bahwa indonesia merupakan suatu negara yang  berdaulat dan membuktikan kepada dunia internasional bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada dan tetap ada, karena bila peristiwa tersebut tidak terjadi maka bukan tidak mungkin negara Indonesia tidak mendapatkan pengakuan dan hanya akan menjadi negara jajahan kembali. Perlawanan Indonesia melawan penjajahan Belanda pada masa revolusi fisik pada agresi milter dapat dikabarkan melalui stasiun radio yang kemudian mampu memberitakan bahwa Indonesia adalah sebuah negara dan masih sebuah negara yang berdaulat atas wilayahnya. Upaya tersebut kemudian semakin mendorong Indonesia untuk terus mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945, terutama oleh pihak Belanda dan negara skeutu lainnya.

Dari dokumen resmi PBB ternyata delegasi RI dengan tangkas menggunakan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta sebagai argument/titik tekan yang penting dalam perundingan-perundingan di Dewan Keamanan. Pada tanggal 23 Maret 1949 diterima Resolusi Kanada di Dewan Keamanan PBB yang disebut : Pedoman Kanada (Canadian Dirctive) dalam rangka membantu Belanda dan RI mencapai persetujuan dalam hal :

  1. Pengembalian Pemerintah RI ke Yogyakarta;
  2. Penghentian gerakan militer Belanda dan perang gerilya RI;
  3. Waktu dan syarat mengadakan konferensi di Den Haag untuk merundingkan penyelesaian akhir masalah Indonesia-Belanda.

Setelah beberapa rangkaian peristiwa terjadi, kemudian diselenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag. Isi pokok dari konferensi tersebut adalah ditandai dengan penyerahan kedaulatan atas Nederlands-Indie oleh Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1949, dan pada tanggal 17 Agustus 1950 RIS digantikan menjadi Republik Indonesia.

Pada puncaknya adalah pada akhir tahun 1949 dimana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Beberapa catatan mengenai peristiwa tersebut antara lain:

  1. Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai momentum kiprah sejarah TNI dalam kancah perjuangan mempertahankan NKRI;
  2. Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan bukti pengorbanan rakyat Yogyakarta dan TNI, disamping itu merupakan wujud bersatunya kemanunggalan TNI bersama seluruh rakyat Yogyakarta dalam mengusir penjajah Belanda dari Tanah Air Indonesia;
  3. Selama ini TNI melaksanakan perayaan Hari Besar Nasional hanya pada tanggal 5 Oktober 1945 sehingga jika disetujui Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Besar Nasional maka TNI mempunyai beberapa hari yang bersejarah dan diperingati setiap tahunnya.(ibs)

 

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Bertemunya Budaya Berbagai Daerah

by admin || 23 September 2019

.


...
Sosio Drama Teatrikal & Parade Kebangsaan Peringatan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu || 01 Maret 2020

Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...


...
Orkestra Serenade Bunga Bangsa Intenalisasi Sejarah Kepahlawanan

by Vishnu || 09 Maret 2020

Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta