"Dari Nanggulan, Jogja Mendunia", Titik Pertama Roadshow Kesejarahan

by Vishnu|| 20 September 2021 || || 444 kali

...

Roadshow Kesejarahan tahun 2021 mengambil tema besar “Merangkai Serangan Umum 1 Maret 1949 Menuju Kedaulatan Negara” sebagai sarana untuk mendukung 1 Maret sebagai hari besar nasional. Serangan Umum 1 Maret 1949 terjadi pada tanggal 1 Maret 1949, serangan ini terjadi di kota Yogyakarta secara besar-besaran yang telah direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tinggi di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan sipil setempat berdasarkan instruksi dari panglima Divisi III, Kolonel Bambang Sugeng. Serangan ini dilakukan untuk membuktikan terhadap dunia internasional bahwa TNI atau Republik Indonesia masih ada dan cukup kuat, serta dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB. Adapun juga tujuan utama serangan ini terjadi, yaitu untuk mematahkan moral pasukan Belanda dan membuktikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih memiliki kekuatan untuk menghadapi perlawanan.

Ditengah pandemi yang sedang melanda dunia ini, kita tetap harus menjaga ingatan akan sejarah yang ada di Indonesia. Dibulan September ini kita kenal dengan Rangkaian (31 Agustus) Keistimewaan Yogyakarta dimana dari sejarahnya. Oleh karena itu kami, Djokjakarta 1945 Bersama dengan Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY mengadakan Roadshow Kesejarahan yang bersasaran di seluruh daerah di DIY. Namun titik nadi yang diambil pada kesempata ini adalah Peringatan Serangan Umum 1 Maret yang menjadi rentetan panjang perjuangan Kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi Fisik. Banyak peristiwa kecil yang menjadi pendorong peristiwa besar tersebut sehingga penting untuk diketahui.

Gubernur DIY telah mengusulkan 1 Maret sebagai hari besar nasional kepada Presiden RI melalui surat nomer 4434/14984 tanggal 31 oktober 2018. Usulan ini telah dilampiri dengan naskah akademis yang intinya berisi pentingnya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949kedaulatan negara Republik Indonesia. Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta (ibukota negara pada waktu itu) merupakan peristiwa yang sangat penting karena telah membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia masih ada (ditengah propaganda Belanda yang mengklaim bahwa Indonesia tidak ada) ini memiliki rentetan Panjang hingga Belanda mengakui kedaulatan Negara Indonesia. Pada awal tahun 2019, usulan tersebut telah mendapatkan dukungan dari Kementrian Pertahanan. Tim dari Dinas Kebudayaan telah ditemui langsung oleh Menteri Pertahanan dan Pemerintah Daerah DIY telah mendapatkan dukungan tertulis melalui surat nomor B/1678/V/2019/DJPOT tanggal 9 Mei 2019. Berikutnya, pada September 2019, usulaan tersebut telah mendapatkan respon positif dari Sekretaris Negara melalui surat nomor 0031/5024/SJ. Dalam suratnya tersebut, Pemerintah Daerah DIY mendapatkan arahan agar Pemerintah Daerah mengadakan sosialisasi dan sarasehan nasional. Menanggapi hal itu, rencana dan Langkah strategis telah diupayakan oleh Dinas Kebudayaan. Salah satu tahap awal, pada kegiatan roadshow mensosialisasikan ke seluruh DIY dan membuat video yang bercerita tentang Serangan Umum 1 Maret hingga lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui Serangan Umum 1 Maret melalui kanal youtube.

Sub Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kesejarahan, Dinas Kebudayaan DIY sukses menyelenggarakan kegiatan Roadshow Kesejarahan. Titik pertama diselenggarakannya kegiatan ini adalah di Padukuhan Dukuh, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo pada hari Sabtu, 18 September 2021. Bertempat di lembah Sungai Progo, padukuhan yang merupakan binaan PT Jasa Marga ini menggelar kegiatan di Taman Trisno. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Tri Agus Nugroho, S.Sos., M.Sc., stelah setelah sebelumnya dilaporkan olek Kepala Seksi Sejarah, Drs. I Gede Adi Atmaja. dalam laporannya, Kepala Seksi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai salah satu upaya untuk dapat mensosialisasi 1 Maret sebagai hari besar nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Tidak lupa sambutan dari Dukuh Padukuhan Dukuh memberikan sambutan dalam acara tersebut. Karang Taruna Radar, Padukuhan Dukuh, berperan aktif dalam sosialisasi dan pembuatan sosiodrama perjuangan dan sarasehan dengan tema "Dari Nanggulan, Jogja Mendunia". Adapun Narasumber yang hadir dalam sarasehan tersebut adalah Kapten Penerbang Reza Yori dari Pangkalan Udara Adi Sucipto Yogyakarta yang memberikan wawasan kebangsaan tentang pentingnya sejarah dalam proses kemajuan bangsa, sejarah harus menjadi pondasi bangsa untuk dapat menjadi negara yang maju. selain itu beliau juga menjelaskan tentang sejarah mempertahankan kemerdekaan oleh angkatan udara pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian, S. Soedjono dari Paguyuban Wehrkreise III Yogyakarta memberikan pengetahuan tentang daerah pertahanan yang dikenal dengan Wehrkreise yang merubakan taktik dari perang gerilya pada masa revolusi fisik setelah Indonesia merdeka. Lalu Jeff Wurangian dari Komunitas Djokjakarta 1945 memaparkan tentang perang kemerdekaan dan serangan umum 1 Maret 1949 yang yerjadi di Yogyakarta namun memiliki impikasi yang sangat penting kepada daerah-daerah lain di Indonesia dan pada puncaknya adalah pada akhir tahun 1949 diakuinya kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda. 

 Dari kegiatan roadshow kesejarahan diharapkan ada beberapa yang dapat diambil, antara lain :

  1. Memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan refleksi dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam perjuangan melawan penjajah Belanda yang akan kembali menguasai Indonesia;
  2. Meneladani sikap patriotisme dan nasionalisme dari para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan bangsa yang lebih maju;
  3. Bisa merasakan gigih dan pantang menyerah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan;
  4. Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dapat menjadi Hari Besar Nasional dan dapat diperingati bukan hanya masyarakat Yogyakarta, namun juga dapat diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia;
  5. Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI, yang juga NKRI masih ada dan cukup kuat sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan Dewan Keamanan PBB;
  6. Serangan Umum 1 Maret 1949 telah mematahkan propaganda Belanda di PBB yang menyatakan bahwa Indonesia telah habis dan peristiwa tersebut dapat dijadikan sebagai Hari Besar Nasional, hal itu merupakan harapan dari penggiat sejarah;
  7. Tumbuhnya rasa kebersamaan yang dimiliki oleh TNI bersama rakyat yang merupakan bentuk aplikasi terhadap rasa kesetikawanan sosial dan perjuangan;
  8. Kesetiakawanan sosial bisa tumbuh secara nasional hingga ke seluruh pelosok tanah air dan menampakkan diri sebagai bukti kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mengusir Belanda yang terangkum dalam Bhinneka Tunggal Ika. (ibs)

 

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Bertemunya Budaya Berbagai Daerah

by admin || 23 September 2019

.


...
Sosio Drama Teatrikal & Parade Kebangsaan Peringatan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu || 01 Maret 2020

Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...


...
Orkestra Serenade Bunga Bangsa Intenalisasi Sejarah Kepahlawanan

by Vishnu || 09 Maret 2020

Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta