Risalah Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu|| 04 Oktober 2021 || || 1.305 kali

...

Persiapan Serangan Umum 1 Maret 1949

Perkiraan akan adanya serangan oleh pihak Belanda yang diamini baik dari para petinggi republik maupun kalangan militer menjadi sebuah kenyataan pada 18 Desember 1948. Sebelumnya pihak militer sendiri sudah memiliki rancangan rencana-rencana serupa mitigasi untuk menanggulangi terjadinya serangan Belanda. Rencana militer Indonesia yang utamanya terdiri atas gerilya benar diwujudkan oleh Jenderal Soedirman dalam bentuk Perintah Kilat nomor 1  ketika Belanda secara nyata mulai menyerang Yogyakarta dalam Agresi Militer II (Margana, dkk, 2019: 13). Akan tetapi rencana awal para pemimpin politik republik untuk ikut bergerilya dibatalkan. Akhirnya ketika Soekarno, Hatta, dan para pemimpin politik republik lainnya diasingkan, yang tetap tinggal hanyalah angkatan perang Indonesia, dan beberapa pemimpin yang tidak ditawan.

Penggerak utama dalam upaya merebut kembali ibu kota secara fisik adalah kalangan militer. TNI pun sudah banyak melancarkan berbagai serangan yang cukup signifikan setidaknya mulai sepuluh hari setelah Agresi Militer II (Monfries, 2008:274). Selain itu mereka terus melancarkan serangan dalam skala kecil di seluruh Yogyakarta. Oleh sebab itu keadaan Yogyakarta ketika itu selalu diwarnai ketegangan.

Dalam melancarkan serangan-serangan gerilya di berbagai daerah di Yogyakarta, TNI juga berkoordinasi dengan pemimpin-pemimpin sipil republik yang tetap tinggal di Yogyakarta. Salah satu tokoh sipil penting yang bekerja sama dengan pihak TNI ialah Sultan Hamengku Buwono IX. Disebutkan dalam sumber-sumber bahwasanya Sultan sudah menjalin komunikasi dengan TNI untuk hal-hal terkait perang gerilya, termasuk beberapa serangan besar sejak akhir Desember 1948. Memanfaatkan hubungan baik dengan adanya jalinan komunikasi yang intens antara Sultan dengan TNI, serangan-serangan besar dapat dilancarkan sebelum Maret 1949. Koordinasi terus-menerus antara Sultan dengan TNI pun menjadikan jalan untuk mengupayakan serangan yang lebih besar terbuka lebar.

Monfries (2008: 278) menyebutkan bahwasanya ide untuk mengadakan suatu serangan besar di Yogyakarta bermula ketika tersiar kabar mengenai akan adanya rencana pertemuan Dewan Keamanan PBB. Tersiar kabar bahwasanya rapat tersebut terjadwal untuk diselenggarakan di awal Maret 1949. Sultan yang mengetahui akan kabar tersebut mengusulkan kepada Jendral Soedirman untuk mengadakan sebuah serangan yang cukup besar di ibu kota republik saat itu. Sang Jendral menyetujui hal tersebut dan meminta Sultan untuk berkomunikasi dengan Letkol Soeharto.

Munculnya ide untuk melaksanakan sebuah serangan besar adalah sebuah upaya yang dilakukan tidak lain agar masalah Indonesia kembali ke muka  sidang Dewan Keamanan PBB. Dengan adanya serangan yang cukup besar, diharapkan eksistensi Republik Indonesia dan TNI dapat terlihat di mata Internasional, terutama yang tergabung sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Dengan begitu PBB dapat memaksa Belanda dan Indonesia kembali ke meja perundingan.

Pertemuan rahasia antara Sultan dengan Letkol Soeharto inilah yang menjadi persiapan untuk melancarkan sebuah serangan umum. Untuk dapat bertemu dengan Sultan, Letkol Soeharto harus menyamar dan menyelinap, menghindari pengawasan Belanda dan mata-matanya. Setelah Sultan mengutarakan maksudnya, setidaknya Letkol Soeharto memiliki waktu dua minggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan adanya serangan umum (Margana, dkk, 2019: 27).

Dua minggu adalah waktu yang dimiliki Letkol Soeharto untuk mempersiapkan serangan umum setelah pertemuannya dengan Sultan pada 14 Februari (Margana, dkk, 2019: 27). Untuk itu Soeharto mulai mempersiapkan pasukan Wehrkreise III yang terbagi ke dalam 7 Sub-Wehrkreise di seluruh Yogyakarta dan mempersiapkan berbagai skema serangan. Selain itu bekerja sama dengan orang-orang sipil, pasukan mempersiapkan segala keperluan logistik seperti dapur umum, persenjataan, amunisi, alat-alat komunikasi, transportasi, hingga pakaian (Margana, dkk, 2019: 27). (ibs)

 

Sumber:

Margana, S, dkk. (2019). Serangan Umum 1 Maret 1949. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Monfries, John. (2008). The Sultan and the Revolution. Bijdragen tot de Taal-. Land- en Volkenkunde. Vol. 164, No. 2/3. p 269-297.

 

 

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Bertemunya Budaya Berbagai Daerah

by admin || 23 September 2019

.


...
Sosio Drama Teatrikal & Parade Kebangsaan Peringatan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

by Vishnu || 01 Maret 2020

Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...


...
Orkestra Serenade Bunga Bangsa Intenalisasi Sejarah Kepahlawanan

by Vishnu || 09 Maret 2020

Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta