by Vishnu|| 08 November 2021 || || 1.084 kali
Untuk keempat kalinya konser musik orkestra yang bertajuk Serenade Bunga Bangsa digelar. Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta merupakan ajang pembuktian tentang penyelenggaraan kegiatan seni dan pentas dalam masa pembatasan. Tetap dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, acara dapat terlaksana dengan lancar. Meskipun dalam situasi dan kondisi yang masih pandemi, namun geliat untuk tetap menyelenggarakan kegiatan pertunjukkan seni kembali mengudara. Mengobati kerinduan berbagai macam kalangan, khususnya generasi muda yang haus akan hiburan tanpa melupakan sejarah. Metode ini diambil untuk dapat mendekatkan dan menumbuhkan nilai-nilai kejuangan dan perjuangan para pahlawan melalui media musik dnegan lagu yang bertemakan pahlawan. Musik-musik nasionalis tentunya akan mudah untuk dicerna oleh generasi muda sebagai salah satu upaya untuk dapat mensosialisasikan sejarah dan 1 Maret sebagai hari besar nasional dengan nama hari penegakan kedaulatan negara. Penayangan Serenade Bunga Bangsa #4 dapat disaksikan melalui laman Youtube pada kanal Taste of Jogja pada Hari Sleasa, 9 November 2021, pukul 19.00 WIB.
Berbagai peristiwa krusial terjadi di Yogyakarta pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 1948, pada sebuah agresi militer, Belanda merebut kedaulatan Republik Indonesia dengan menguasai Yogyakarta yang pada waktu itu merupakan ibu kota negara. Pemimpin negara diasingkan. Namun Kraton, Rakyat, dan Tentara menyatukan semangat, kekuatan, dan tekad untuk menunjukkan kepada pihak Internasional, bahwa Indonesia masih ada. Hal ini memuncak pada Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berhasil melumpuhkan kekuatan militer Belanda. Peristiwa itu mengharuskan belanda kembali ke meja perundingan dan berujung pada pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia. Perundingan Roem-Royen pun digelar, dan setalah melalui negosiasi yang panjang salah satu keputusan dari perundingan tersebut yakni agar Belanda menarik mundur pasukannya dari Yogyakarta. Penarikan mundur pasukan tersebut kini kita kenal sebagai Peristiwa Jogja Kembali. Peristiwa yang begitu besar ini kemudian diberi arti tersendiri dengan didirikannya Monumen Jogja Kembali. Pada rana di pintu museum tersebut dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Sementara Ir. Soekarno menuliskan di sana bahwa "Djokjakarta menjadi termasyur oleh karena djiwa kemerdekaanya. Hiduplah terus djiwa kemerdekaan itu.". Semangat kemerdekaan dan perjuangan inilah yang menjadi roh dari konser Serenade Bunga Bangsa.
Sambutan dan pembukaan acara oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., yang sebelumnya Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Rully Andriadi, S.S. melaporkan tentang jalannya kegiatan Serenade Bunga Bangsa #4. Dosen Muda dari InstituT Seni Indonesia, yakni Eki Satria, M.Sn. yang bertindak sebagai konduktor tampil memukau dengan balutan jas warna hitam. Ditambah lagi dengan pemain musik yang berasal dari Alillaqus juga tampil apik mengalunkan berbagai macam alat musik. Kesempurnaan penampilan pertunjukkan tersebut dilengkapi dengan lantunan suara merdu dari Con Amore. Selain itu tampil pula Luhung Swantara sebagai solois yang dengan apik mempertujukkan kelihaiannya dalam bermain alat musik gitar. Beberapa lagu yang ditampilkan terbagi dalam 2 sesi yakni pada sesi pertama : Teguh Kukuh Berlapis Baja karya C. Simanjuntak dan Umar Ismail dengan arransemen A. Tika Setiarini; Mars Pancasila karya dari Sudharnoto dengan arransemen Tauhid Subarkah; Jogjakarta Kembali karya dari YAL Vishnu Satyagraha dan Irvano. Kemudian untuk sesi kedua terdapat Medley Rayuan Pulau kelapa, Tanah Air, dan Api Kemerdekaan Karya dari Ismail Marzuki, Ibu Sud, dan Joko Lelono/Marlene dengan arransemen Muhammad Ardiansyah; Bendera Kita karya dari Dirman Sasmokoadi dengan arransemen Mario A. Warrou; dan Sumpah Kita karya dari AE Wairata dengan arransemen Catra Anggardaputra Henakin.(ibs)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by Vishnu || 01 Maret 2020
Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...
by Vishnu || 09 Maret 2020
Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...