by Vishnu|| 08 November 2021 || || 512 kali
Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri pada Hari Senin, 1 November 2021 ke Daerah Istimewa Yogyakarta guna menyampaikan urgensi pengusulan 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional. Bertempat di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, pukul 10.00 WIB Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian disambut dengan hangat oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Adipati Paku Alam X beserta dengan beberapa pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk harmonisasi antara Kementerian Dalam Negeri sebagai pemrakarsa dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pengusul. Gubernur mengawali pertemuan ini dengan menjelaskan bahwa pengusulan ini tidak serta merta untuk menokohkan seseorang, tapi karena pentingnya peristiwa ini bagi Indonesia. Peristiwa ini tidak boleh diidentikkan dengan tokoh tertentu, karena setiap orang memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya, jadi mencoba untuk menempatkan setiap tokoh pada porsinya.
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., berkesempatan untuk memaparkan urgensi-urgensi 1 Maret kepada Menteri Dalam Negeri. Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai dampak yang ditimbulkan dan arti penting dari Serangan Umum 1 Maret 1949 yang tidak hanya bagi Yogyakarta saja, namun bagi Indonesia. Seluruh kekuatan Indonesia terpusat di Yogyakarta guna menunjukkan bahwa Indonesia masih ada dan tetepa eksis di dunia Internasional. Cara itu ternyata berhasil dan mengusik mata dunia untuk kemudian mendesak Belanda kembali ke meja perundingan dan pada akhirnya adalah Konferensi Meja Bundar di akhir tahun 1949 dengan pengakuan kedaulatan Indonesia.
Menteri Dalam Negeri mengapresiasi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pengusul dan akan terus berkoordinasi terkait pengusulannya untuk dapat menjadi Keputusan Presiden sebagai Hari Besar Nasional. Yogyakarta merupakan kota yang sangat penting dan vital yang saat itu menjadi Center of Gravity atau pusat gravitasi Indonesia yang juga bertindak sebagai Ibukota Indonesia ketika Jakarta jatuh. Banyak aspek yang kemudian menjadikan 1 Maret begitu penting bagi Indonesia, salah satunya dari segi diplomatik.
Koordinasi antara Bapak Menteri Dalam Negeri dengan jajaran Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terkait dengan usulan Pemerintah Provinsi Yogyakarta untuk dapat ditetapkannya Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai suatu peristiwa yang dapat diperingati secara Nasional dengan menetapkannya sebagai hari Besar Nasional dengan nomenklatur Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Dalam arahannya Menteri Dalam Negeri telah memberikan penegasan bahwa Kementerian Dalam Negeri sangat mendukung usulan ini dan siap untuk menjadi pemrakarsa penetapan Keputusan Presiden tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara ini. Hal-hal lain yang tadi disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, antara lain adalah :
Time line Alur Proses Penetapan Kepres tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Diharapkan bahwa Penyelenggaraan Seminar Nasional tanggal 16 November 2021 ini menjadi momentum terakhir terkait dengan proses sosialisasi dan mendapatkan bukti dukungan dari stake holder terkait. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri telah berkomitmen dalam Rapat Koordinasi tadi pagi bahwa Kemendagri siap untuk memfasilitasi kehadiran Para Kepala Daerah dalam Seminar Nasional tersebut yang akan diselenggarakan.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by Vishnu || 01 Maret 2020
Peringatan Peristiwa Bersejarah bertajuk "Semarak Peringatan 1 Maret 1949 ke-71" yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Peringatan 1 Maret digelar tepat tanggal 1 Maret 2020 di Titik Nol Kilometer ...
by Vishnu || 09 Maret 2020
Konser Orkestra yang mengusung judul Serenade Bunga Bangsa yang digelar Sabtu Malam, 7 Maret 2020 berlangsung spektakuler. Musisi handal dari Alillaqus Shymphony Orchestra dan Paduan suara dari Con ...