B.P.H. Suryodiningrat

by admin|| 04 Maret 2014 || 156.756 kali

...

B.P.H. Suryodiningrat. Putra Sri Sultan Hamengku Buwana VII ini dilahirkan dari ibunda BRA Retno Juwito, seorang penari bedoyo, Pangeran Suryodiningrat seorang otodidak, tekun belajar bahasa asing, psikologi, pendidikan politik, karena didorong oleh kesadaran kemajuan zaman agar tidak tertinggal oleh putera-putera yang bersekolah. Atas penguasaan bahasa Belandanya, ia diangkat menjadi ambtenar controleur van agrorische zaken. dengan gaji 500 gulden/bulan, disamping gaji pangeran Kraton sebesar 1000 gulden dan honor karya tulisnya dipelbagai majalah dan surat kabar. Banyak menyekolahkan kemenakan dan kerabat serta anak-anak desa. Ia pernah memimpin organisasi perjuangan rakyat desa Pakempulan Kawula Ngayogyakarta(PKN) sejah tahun 1930 hingga tahun 1960.

Memperoleh didikan menari di Kraton sejak kanak-kanak dalam tari Bedoyo, lalu alusan dengan peran irawan, Bekso Luwung, kemudian peran Kambeng Dewo Pertolo. Bersama G.B.H Tedjokusumo mendirikan Kridha Beksa Wirama pada tanggal 17 Agustus 1918. Pada seputar tahun 1926 Pangeran Suryodiningrat mendirikan Pamulangan Pedhalangan Habirandha, dan membuat patokan pewayangan gaya Yogyakarta.

Pada tahun 1925-an mulai mensubsidi dan mengembangkan tari-tari topeng karena menghawatirkan kepunahan tari topeng rakyat di zaman malaise perang dunia pertama. Tari Topeng kemudian banyak dipagelarkan dengan lakon-lakon panji dan sejarah Jenggala dan Kediri, bahkan  penampilan topeng tar-tar, sebagai suatu adengan dizaman Kertanegara. Beliau juga merintis memecahkan larangan putri-putri kalangan atas belajar menari. Yang pada zamannya dianggap merendahkan martabat wanita karena pencemaran tledek, dengan jalan mendidik putri-putrinya sendiri menari dan mementaskannya.

Dalam perjuangan politik peranannya cukup besar antara lain : memimpin rakyat pedesaan, berhasil mengayomi rakyat kecil pedesaan, mendidik pemberantasan buta huruf. Berhasil mengangkat rakyat yang dipimpinnya menduduki kursi pemerintahan, serta perwakilan di MPRS, Parlemen, Konstituante, Badan Pemerintah Harian, DPRD. Karena Ketokohannya dalam seni budaya, ia menerima piagam penghargaan seni Wijaya Kusuma dari Pemerintah Republik Indonesia.

 

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya ...



Artikel Terkait


...
Perkumpulan Kridho Beksa Wirama

by admin || 04 Juni 2012

Didirikan oleh G.B.H. Tedjokusumo dan BPH. Soerjodiningrat pada tanggal 17 Agustus 1918 atau 9 Dulkangidah 1848 hari Sabtu Wage. Pendirian perkumpulan Kridha Beksa Wirama di dorong atas hasrat untuk ...


...
Perkumpulan Kesenian Irama Citra

by admin || 04 Juni 2012

 Lahir pada tanggal 25 Desember 1949. Munculnya organisasi ini dilatarbelakangi berhentinya usaha-usaha untuk mempelajari kesenian Jawa sejak pertengahan bulan Agustus 1945 hingga kira-kira ...


...
Yayasan  Siswa Among Beksa

by admin || 04 Juni 2012

Paguyuban ini didirikan oleh BPH. Yudonegoro pada tanggal 12 Mei 1052 bersama dengan para anggota Bebadan Among Beksa Kraton Yogyakarta berdasarkan pancasila dan berazaskan kekeluargaan serta gotong ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta