by bahasa|| 26 Agustus 2021 || 1.175 kali
ꦱꦪꦼꦩ꧀ꦧꦫꦱꦼꦫꦠ꧀ ...
by bahasa|| 23 Agustus 2021 || 1.177 kali
...
by bahasa|| 19 Agustus 2021 || 1.247 kali
꧁ꦲꦗꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀ ꧂ ꧌ꦲꦗꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦩꦫꦁꦱꦶꦁꦥꦝꦥꦝꦧꦸꦠꦸꦃꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀꧍ ꧋ꦲꦪꦺꦴꦧꦉꦁꦧꦉꦁꦢꦶꦛꦶꦤ꧀ꦛꦶꦁꦔꦶ꧈ꦩꦺꦃꦱꦧꦼꦤ꧀ꦢꦶꦤ꧈ꦲꦶꦁꦱꦧꦼꦤ꧀ꦮꦼꦏ꧀ꦠꦸꦭꦺꦴꦁ ꦒꦂ꧈ꦲꦮꦏ꧀ꦏꦺꦝꦺꦮꦺꦱꦼꦤꦼꦁꦲꦚ꧀ꦗꦮꦶꦭ꧀ꦏꦶꦮꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ꦱꦥꦽꦭꦸꦢꦶꦲꦗ ꦏ꧀ꦉꦩ꧀ꦧꦸꦒ꧀ꦒꦤ꧀ ꦗꦒꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ ...
by bahasa|| 19 Agustus 2021 || 1.515 kali
꧁ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꦱꦶꦉꦥ꧀ꦥꦒꦺꦧ꧀ꦭꦸꦒ꧀꧂ ꧄ꦱꦸꦩꦺꦮꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ꦥꦿꦱꦗ꧈ꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ꦢꦸꦏꦱꦸꦩꦤ꧀ꦝꦶꦁ꧈ꦪꦪꦃꦉꦤ ꦲꦩꦼꦩꦶꦤ꧀ꦠ꧈ꦢꦶꦩꦺꦤ꧀ꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦧꦱꦸꦏꦶ꧈ꦱꦥꦲꦺꦭꦶꦁꦥꦤ꧀ꦲꦼꦤꦶꦁ꧈ꦠ ꦧ꧀ꦭꦺꦃꦱꦩꦾꦲꦩꦶꦠꦸꦲꦸ꧈ꦲꦠꦼꦠꦼꦏꦼꦤ꧀ꦠꦼꦏꦸꦤ꧀ꦠꦼꦏꦤ꧀ ...
by bahasa|| 18 Agustus 2021 || 2.229 kali
꧁ ꦏꦮꦿꦸꦃꦏꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦏꦤ꧀ ...
by bahasa|| 30 Juli 2021 || 4.568 kali
Sejak kapan kita menyadari rasa percaya diri kita (secara nasional) hilang? Apa akar hilangnya rasa percaya diri nasional itu? Dua pertanyaan yang baru-baru ini muncul di tengah semangat penulis mencoba memahami aspek kesejarahan aksara-aksara nusantara kita. Dan, bagaimana eksistensi aksara-aksara nusantara itu di era digital hari ini? Dalam sebuah sambutan di Kongres Aksara Jawa belum lama ini, Ketua PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), Prof. Yudho Giri Sucahyo, Ph.D ...
by pamongbudaya|| 29 Juni 2021 || 6.113 kali
Ander dimengerti sebagai adeg (yang artinya berdiri) atau adeg-adeg. Ander adalah tiang yang berdiri tegak menyangga molo atau balok kayu yang terletak paling atas dalam suatu bangunan. Pada bangunan berbentuk atap tajug, ander menyangga sirah atau balok kayu yang menjadi tumpuan semua jurai, meskipun ada juga sirah yang tanpa ander. Jadi ander bisa terdapat di semua jenis atap bangunan berarsitektur tradisional Jawa. Sambungan antara ander dengan balok molo yang ada di atas maupun pengeret ...
by pamongbudaya|| 29 Juni 2021 || 10.200 kali
Griya Wingking, pandhapa, gandhok adalah sebutan dari penggunaan bangunan pada bangunan berarsitektur tradisional Jawa. Penggunaan istilah ini ada di kedua kelompok naskah lama tentang bangunan tradisional berarsitektur Jawa (Prijotomo, 2006), yaitu kelompok naskah Kawruh Griya dan Kawruh Kalang. Selain ketiga hal, masih ada penyebutan yang lain seperti dalam uraian berikut. 1. Griya wingking Seringkali hanya disebut griya, yaitu gugus bangunan tempat penghuni rumah menjalankan kegiatan rumah ...
by pamongbudaya|| 24 Juni 2021 || 20.152 kali
Pada bangunan berarsitektur tradisional Jawa berbentuk tajug, maka biasanya terdapat mustaka, sirah dan sirah gada. Mustaka (bahasa Jawa yang berarti kepala) adalah puncak dari bubungan /penutup atap yang ada pada bangunan dengan bentuk atap tajug. Pada bangunan dengan bentuk atap tajug yang biasanya adalah masjid, di bagian paling puncak dari bangunan tersebut biasanya terdapat mustaka yang bahanya bisa dari logam atau tanah liat sama seperti bahan pembuat genteng. Mustaka tersebut ...