by admin|| 10 Maret 2014 || 32.561 kali
1. Kecamatan Pajangan terdiri dari tiga desa yaitu Desa Triwidadi, Desa Sendangsari, dan Desa Guwosari. Desa Triwidadi adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra industri emping mlinjo, kesenian, dan tradisi masyarakat. Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Pajangan adalah Gua Selarong, terdapat di Desa Guwosari, periodisasinya Masa Kolonial. Pernah dipakai sebagai salah satu tempat persinggahan Pangeran Diponegoro. 2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 26.373 kali
1. Kecamatan Pengasih terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Tawangsari, Desa Karangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, Desa Sendangsari, dan Desa Sidomulyo. Desa Sendangsari adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan bambu dan sabut kelapa dan potensi kesenian. 2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pengasih adalah sebagai berikut : - Jatilan Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 30.320 kali
1. Kecamatan Seyegan terdiri dari lima desa yaitu Desa Margoluwih, Desa Margodadi, Desa Margokaton, Desa Margomulyo, dan Desa Margoagung. Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Seyegan adalah Situs Klaci, terdapat di Desa Margoluwih, periodisasinya Masa Klasik, berupa sisa pondasi bangunan candi. 2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Seyegan adalah sebagai berikut : - Jatilan Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margodadi, Desa Margoluwih, dan Desa Margoagung. ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 32.451 kali
1. Kecamatan Temon terdiri dari lima belas desa yaitu Desa Jangkaran, Desa Sindutan, Desa Palihan, Desa Glagah, Desa Kalidengen, Desa Plumbon, Desa Kedundang, Desa Demen, Desa Kulur, Desa Kaligintung, Desa Temon Wetan, Desa Temon Kulon, Desa Kebonrejo, Desa Janten, dan Desa Karangwuluh. Desa Glagah adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi seni rupa (lukisan) dan potensi kesenian. 2. Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Temon adalah sebagai ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 47.711 kali
SAMBUTAN KEPALA DINAS KEBUDAYAAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bahasa dan sastra Jawa merupakan refleksi budaya masyarakat Jawa yang dalam sejarahnya telah berusia relatif tua. Dalam bahasa dan sastra Jawa tercermin nilai-nilai luhur menyangkut kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang bersifat universal. Bahasa krama misalnya, mendidik penuturnya untuk selalu bersikap menghormati orang lain sekaligus sikap rendah hati (lembah manah). ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 48.571 kali
Setelah sedikit berlelah njajah desa milang kori dalam khasanah bahasa dan sastra Jawa, alhamdullillah wa syukurillah akhirnya masih bisa kami temukan beberapa genggam benih yang siap ditabur, sehingga segala rencana penyusunan buku Pedoman Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Jawa ini dapat kami selesaikan sebagaimana mestinya. Buku yang dirancang sebagai pedoman pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra Jawa ini, diharapkan mampu menjadi cething yang mewadahi beras-beras yang ...
by admin|| 10 Maret 2014 || 61.826 kali
A. Visi dan Misi Pengembangan Kebahasan dan Kesasteraaan Visi bidang kebahasaan dan kesasteraan adalah menggali nilai-nilai luhur bangsa yang tercermin dalam berbagai peninggalan leluhur, berupa naskah atau teks-teks kebahasaan dan kesasteraan. Penggalian diarahkan pada penemuan dan pengembangan nilai budi luhur orang Jawa. Nilai luhur itu direlevansikan dengan kehidupan orang Jawa di Yogyakarta masa kini. Visi tersebut terkandung pesan agar pemerintah propinsi DIY, khususnya seksi ...
by admin|| 07 Maret 2014 || 65.002 kali
Permainan tradisional anak-anak yang biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan, dengan menggunakan batu kerikil sebagai alat mainnya. Kata gatheng sendiri berasal dari nama batu mainan Raden Rangga, Putra Panembahan Senapati dari Mataram ( ±abad ke 17 ). Batu gatheng tersebut samapi sekarang masih dapat dilihat di Koatgede, sebelah tenggara Yogyakarta, yang merupakan kota bekas ibu kota Kerajaan Mataram ...
by admin|| 07 Maret 2014 || 53.010 kali
Permainan tradisioanal anak-anak yang menggunakan alat Bantu dari kayu pohon, ranting kayu, atau bamabu dengan diameter ±1,5 cm sebanyak dua buah, satu dengan panjang ± 5 – 10 cm, sedangkan yang satu lagi dengan panjang ± 20 – 30 cm. Permainan ini lazimnya teriri dari dua regu, masing-masing regu minimal satu anak, dan bertempat di bidang tanah yang cukup ...
by admin|| 07 Maret 2014 || 82.261 kali
Permainan tardisional anak-anak yang bersifat kreatif, yang pelaksanaannya denga cara mengetuk-ketuk ( cublak-cublak) alat permainannya yang berupa subang ( suweng ) atau uwer atau biji-bijian lainnya, di telapak tangan para pemain. Pemain dalam permaian ini, baik usia maupun jumlahnya tidak dibatasi, namun akan lebih baik jika jumlah pemain tidak terlalu banyak. Permainan ini dapat dilakukan di mana saja. ...