Artikel Budaya


...
Juru Pelihara Pada Bangunan, Struktur dan Situs Cagar Budaya

by admin|| 23 September 2019 || || 323 kali


Pada sejumlah bangunan, struktur dan situs cagarbudaya, kita dapat menemui keberadaan juru pelihara. Keberadaan juru pelihara ini sebagai wujud dari amanat Undang-undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yaitu bahwa setiap orang yang memiliki atau menguasai cagar budaya wajib memeliharanya. Pemeliharaan dilakukan dengan cara merawat cagar budaya untuk mencegah dan menanggulangi kerusakan akibat pengaruh alam dan/atau perbuatan manusia. Perawatan cagar budaya dilakukan dengan cara ...


...
Penjelasan Kepada Pekerja Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

by admin|| 23 September 2019 || || 166 kali


Pada kegiatan pemugaran bangunan cagar budaya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY, (dalam hal ini jenis yang dilakukan jika berdasar pada Undang-undang Cagar Budaya adalah “rehabilitasi”) maka sebelum dan pada saat dilakukan kegiatan pembongkaran bangunan ada pemberian penjelasan kepada para pekerja. Penjelasan ini diperlukan karena sesuai prinsip pemugaran maka kegiatan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi dan restorasi harus mempertahankan sebanyak mungkin keaslian bahan, ...


...
Rapat Evaluasi Kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin|| 23 September 2019 || || 86 kali


Pada kegiatan rehabilitasi bangunan cagar budaya yangdilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY, dilakukan rapat evaluasi setiap waktutertentu, biasanya setiap seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Tujuan darirapat ini adalah untuk membahas / mengevaluasi kegiatan rehabiltasi yang berlangsung selama 1-2 minggu sebelumnya dan membahas rencana pekerjaan dan menyelesaikan masalah yang kemungkinan dihadapi pada 1-2 minggu mendatang sampai rapat evaluasi selanjutnya. Rapat dihadiri oleh penyedia jasa ...


...
Tantangan Pembangunan di Situs Cagar Budaya

by admin|| 17 Juli 2019 || 151 kali


Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan bahwa suatu lokasi dapat ditetapkan sebagaisitus cagar budaya apabila 1) mengandung benda cagar budaya, bangunan cagarbudaya, dan/atau struktur cagar budaya; dan 2) menyimpan informasi kegiatanmanusia pada masa lalu. Dalam undang-undang yang sama pada pasal 75 mengamanatkanbahwa setiap orang wajib memelihara cagar budaya (di dalamnya termasuk situscagar budaya) yang dimilik dan/atau dikuasainya. ...


...
Ningkah lan Munajat Sang Pengantin

by admin|| 20 Maret 2018 || 7.883 kali


Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru tahap pengenalan dengan seorang wanita (kini istri), mungkin masih 2005, ketika saya diminta bantuan Mas Narman untuk menyampaikan naskah (bersusunan seperti puisi) mengenai pernikahan, kepada Pak Habib Bari untuk dialihbahasakan. Sekarang, kedua ...


...
2018 : panduan pembinaan dan pengembangan desa / kelurahan budaya

by admin|| 05 Februari 2018 || 11.212 kali


silahkan download


...
Sultan HB X Berbicara Ngoko, Ini Reaksi Peserta Javanese Diaspora

by admin|| 08 Juni 2017 || 14.929 kali


YOGYA, KRJOGJA.Com – Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengaku sempat bingung ketika diminta untuk berbicara bahasa Jawa Ngoko. Hal itu terjadi saat memberi sambutan dalam acara ‘Dinner & Dialog with Sri Sultan HB X’ dalam rangka Javanese Diaspora 3 yang berlangsung di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Sabtu (22/04/2017). “Sebenere aku bingung arep ngomong ngoko,” kata Sultan HB X yang langsung disambut gelak tawa hadirin yang sebagian ...


...
2017 : format laporan

by admin|| 06 Februari 2017 || 27.830 kali


.


...
2016 : Laporan akhir pendampingan

by admin|| 14 Desember 2016 || 33.078 kali


silahkan download : disini


...
Begawan Ciptoning Mintorogo

by admin|| 29 Juli 2016 || 65.234 kali


Upaya Untuk Mencari Wahyu kemenangan perang baratayudha dilakukan Harjuna dengan bertapa di Ngendrakila. Para dewa resah karena membawa aura yang kurang mengenakan. Batara Guru segera memerintahkan Batara Endra dan Bidadari untuk menggagalkan Harjuna dari pertapaan namun gagal. Pada saat bersamaan Mamangmurko datang untuk minta restu untuk pernikahan Prabu Newataka namun tidak dihiraukan. Mamangmurko marah, Pertapaan dirusak, malang, Mamangmurko berubah wujud jadi babi hutan dan akhirnya ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta