by ifid|| 14 September 2026 || 112 kali
Jika “Aksara” adalah cara manusia untuk meninggalkan jejak, tubuh juga memiliki cara tersendiri untuk bercerita. Minggu sore, 13/9/2026, di Lapangan Beran, ratusan penari dari lima kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta menerjemahkan cerita itu melalui gerak. Tidak ada kalimat yang perlu diucapkan untuk menunjukkan dari mana mereka berasal. Setiap gerakan membawa ingatan tentang tempat, tradisi, dan kebudayaan yang tumbuh di daerah masing-masing. Melalui pembukaan ...