by ifid|| 21 Januari 2026 || 7 kali
Langit Bantul yang meredup pada Minggu malam, 18 Januari 2026, udara di sekitar Joglo Cepuri Parangkusumo tidak sekadar membawa aroma garam dari Samudra Hindia. Ada sesuatu yang lebih padat dari sekadar angin malam; sebuah vibrasi kolektif dari kerumunan manusia yang sedang bersiap melakukan "percakapan" dengan semesta. Tradisi Labuhan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali hadir bukan sebagai repetisi sejarah yang usang, melainkan sebagai sebuah narasi kebudayaan yang terus tumbuh ...