Singgasana Kakao di Mataram

by ifid|| 09 Februari 2026 || 478 kali

...

YOGYAKARTA – Di balik riuh rendah klakson kendaraan dan semilir angin yang membawa aroma tanah di Yogyakarta, sebuah pintu gerbang menuju masa lalu baru saja diketuk. Tepat pada Jumat, 6 Februari 2026, kota yang dikenal sebagai jantung kebudayaan Jawa ini menyambut sebuah mahakarya baru: Chocolate Kingdom.

Peresmiannya bukan sekadar seremoni pemotongan pita biasa. Di tengah kehadiran jajaran direksi dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, tersirat sebuah pesan kuat bahwa Yogyakarta kini menjadi rumah bagi "harta karun" cokelat Eropa yang tak ditemukan di sudut mana pun di dunia.

Jejak Dua Dekade

Berjalan memasuki ruang pamer Chocolate Kingdom adalah seperti melintasi portal waktu. Cahaya lampu yang temaram dan hangat menyinari koleksi-koleksi perak yang berkilau, membawa imajinasi kita terbang ke abad ke-17, di mana cokelat bukanlah sekadar kudapan manis yang dibungkus plastik, melainkan simbol kemewahan para bangsawan.

Semua keajaiban ini berawal dari dedikasi satu orang: Thierry Detournay. Selama lebih dari dua dekade, pria yang dikenal sebagai Direktur Chocolate Kingdom ini telah mengumpulkan fragmen-fragmen sejarah cokelat Eropa.

"Ini bukan sekadar koleksi benda mati. Setiap objek adalah saksi perjalanan sejarah, seni, dan budaya yang tak ternilai harganya," ungkap Thierry dengan nada bangga namun rendah hati.

Di salah satu sudut, pengunjung dapat melihat teko-teko cokelat dari porselen halus dan perak murni. Pada masa Kekaisaran Eropa, benda-benda ini adalah perangkat wajib di istana-istana megah. Melihat lekukan desainnya, kita bisa membayangkan bagaimana aroma cokelat kental memenuhi ruang perjamuan para raja, menjadi minuman prestisius yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir kaum elit.

Edukasi Berbalut Elegansi

Berbeda dengan museum konvensional yang terkadang terasa kaku, Chocolate Kingdom menawarkan pendekatan yang edukatif, inspiratif, dan berkelas. Di sini, pengunjung tidak hanya diajak melihat benda di balik kaca, tetapi juga memahami proses metamorfosis sebuah biji kakao.

Narasi yang dibangun membawa kita pada pemahaman mendalam tentang bagaimana cokelat diolah mulai dari proses fermentasi biji di kebun, hingga menjadi batang cokelat yang lumer di lidah. Ini adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap alam dan tangan-tangan manusia yang bekerja di baliknya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, yang hadir dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Baginya, Chocolate Kingdom bukan sekadar destinasi wisata baru, melainkan ruang pembelajaran budaya yang mampu memperkaya khazanah pariwisata Yogyakarta.

"Kehadiran museum ini memberikan pengalaman budaya baru bagi masyarakat. Ia menjadi jembatan sejarah antara tradisi cokelat Eropa dengan kekayaan lokal kita di Indonesia," ujar Dian Lakshmi.

Rujukan Utama Indonesia

Dengan diresmikannya wajah baru Museum Chocolate Monggo di bawah naungan Chocolate Kingdom, Yogyakarta kini resmi memiliki satu-satunya museum cokelat di Indonesia yang secara khusus menghadirkan koleksi istimewa dari Eropa. Ini adalah sebuah pencapaian yang menempatkan Indonesia dan khususnya Yogyakarta  sebagai titik rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mempelajari sejarah cokelat.

Bagi generasi saat ini, Chocolate Kingdom adalah tempat untuk melambatkan waktu. Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, museum ini mengajak kita untuk mengapresiasi keindahan dari hal-hal kecil: pola pada cangkir porselen, sejarah di balik proses conching, hingga filosofi di balik rasa pahit-manis cokelat itu sendiri.

Warisan Lintas Zaman

Saat matahari mulai terbenam di hari peresmian itu, pesan yang tertinggal di benak para tamu sangatlah jelas: Chocolate Kingdom adalah sebuah ruang warisan. Ia adalah tempat bersemayamnya nilai-nilai yang melampaui waktu.

Bagi keluarga, ini adalah destinasi wisata edukasi yang sempurna. Bagi pecinta seni, ini adalah galeri masterpiece. Dan bagi para pencari sejarah, ini adalah perpustakaan tanpa kata-kata yang bercerita melalui objek-objek langka.

Melalui momentum ini, Chocolate Kingdom menegaskan posisinya. Ia bukan sekadar tempat menjual cokelat; ia adalah penjaga nyala api sejarah cokelat bagi generasi masa depan.

 

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta