Bincang Cagar Budaya dan Kunjungan ke Sejumlah Cagar Budaya di Madiun Tahun 2023

by pamongbudaya|| 03 Agustus 2023 || || 1.070 kali

...

Dalam rangka acara Muhibah Budaya dari Pemda DIY di Kota Madiun, Jawa Timur dengan tema “Merajut Budaya Mataram” diadakan berbagai acara yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 25 Juli 2023. Acara yang berkaitan dengan cagar budaya adalah sarasehan mengenai cagar budaya dan sejarah yang dibagi menjadi dua kegiatan yang masing-masing berlangsung selama dua hari.  Kegiatan yang pertama untuk Bapak/Ibu guru sekolah SMA dan sekolah sederajat seta kelompok pemerhati budaya yang ada di kota Madiun sedangkan kegiatan yang kedua untuk siswa/siswi SMA dan sekolah sederajat yang ada di kota Madiun. Acara hari pertama berupa sarasehan dan diskusi bertempat di dalam ruang di komplek rumah dinas Walikota Madiun dan acara hari kedua  berupa kunjungan ke beberapa bangunan cagar budaya di Kota Madiun.

Acara hari pertama berupa sarasehan dan diskusi yang berisi pengenalan tentang cagar budaya dan peran serta setiap orang dalam pelestarian cagar budaya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Narasumber dari Dinas Kebudayaan DIY bagi siswa SMA dan sederajat berasal dari lulusan arkeologi yang telah membantu Dinas Kebudayaan DIY dalam hal inventarisasi cagar budaya, sedangkan narasumber untuk kegiatan yang lain berasal dari anggota Dewan Warisan  Budaya DIY. Pada acara tersebut disampaikan, bahwa peran siswa SMA dan sederajat dalam pelestarian cagar budaya dapat dilakukan dengan cara mengirim foto/video tentang suatu cagar budaya dan keterangan singkat di media sosial serta tidak merusak cagar budaya yang dikunjunginya. Sedangkan untuk para guru dan pemerhati budaya disampaikan tentang beberapa ciri bangunan lama dan pelestariannya dan perlunya dibentuk tim ahli cagar budaya di tingkat kabupaten/kota sebagai amanah Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.   

Acara hari kedua berupa kunjungan ke sejumlah bangunan cagar budaya yang ada di Kota Madiun, antara lain adalah Balaikota Madiun, Gereja Katolik Santo Cornelius, Kompleks Bangunan Sekolah Katolik Santo Bernadus, Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman, dan bekas penjara kecil /rumah tahanan militer. Pada acara di hari kedua ini, peserta dipandu oleh anggota dari Kompas Madya (Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya). Dalam kunjungan ke lokasi ini peserta dijelaskan mengenai sejarah dari bangunan-bangunan tersebut beserta sejarah dari tokoh-tokoh yang pernah berada atau berhubungan dengan masing-masing bangunan.

Dengan adanya acara ini maka peserta diharapkan dapat lebih mengenali bangunan bersejarah dan sejarah kota serta Kabupaten Madiun dan adanya hubungan sejarah antara Madiun dengan Yogyakarta sejak ratusan tahun lalu. Dari segi bangunan bersejarah, terdapat pula sejumlah kesamaan arsitektur atau tampilan dari beberapa bangunan antara Madiun dan Yogyakarta seperti bangunan pemerintah peninggalan Belanda, tempat ibadah berupa masjid, gereja dan kelenteng serta bangunan fasilitas penunjang seperti menara air.  

Foto di awal tulisan ini menampilkan para pelajar kota Madiun yang didampingi beberapa anggota komunitas budaya yang berkumpul di depan Balai Kota Madiun untuk memulai kunjungan ke sejumlah cagar budaya yang terletak di kota Madiun. Sedangkan foto di bawah ini adalah acara bincang tentang cagar budaya yang diadakan di  komplek rumah dinas Walikota Madiun (DD)

 

Artikel Terpopuler


...
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

by admin || 07 Maret 2014

Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.    Adangiyah. Nama dari jenis ...


...
Istilah- Istilah Gerakan Tari  Gaya  Yogyakarta

by admin || 05 Maret 2014

Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah ...


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta