Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Bangunan Tajug

by pamongbudaya|| 21 Juni 2021 || || 48 kali

...

Menurut naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur Jawa, bangunan tajug adalah awal dari bentuk bangunan-bangunan lain yang ada. Jadi dari tajug kemudian berkembang /berubah menjadi joglo, dari joglo menjadi limasan dan dari limasan menjadi kampung. Bangunan berbentuk tajug ini biasanya digunakan pada bangunan masjid atau bangunan khusus lainnya. Menurut naskah-naskah tersebut bangunan dengan bentuk atap ini terdiri dari dua variasi yaitu :

  1. Tajug

       Tidak ada keterangan lebih lanjut

  1. Langgar

       Bangunan tanpa penanggap berkeliling dan penutup atapnya bertemu.

Bangunan tajug jika dilihat dari atas memiliki bentuk bujur sangkar atau keempat sisinya sama panjang. Pada bangunan ini keempat jurai dari empat sudut bujursangkar bertemu di satu titik di bagian atas. Titik pertemuan ini berupa kayu berbentuk balok/kubus yang dinamakan sirah (kepala) apabila dihubungkan dengan ander (tiang kayu dengan posisi tegak lurus ke arah bawah) maka disebut sirah gada. Di kiri kanan dari sirah ini diapit dengan papan keliling yang menutup ujung atas rangka atap dan menyangga ujug usuk. Keempat papan ini disebut topeng yang sebenarnya adalah topong. Di atas dari sirah ini, di atas penutup atap biasanya terdapat hiasan yang disebut mustaka (kepala)     

Pada gambar yang menyertai tulisan ini tampak bangunan Masjid Girilaya yang terletak di Kapanewon (Kecamatan) Imogiri, Kabupaten Bantul. Di ujung atas dari bangunan dengan atap berbentuk tajug ini terdapat mustaka dari bahan logam. (DD)

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2021

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta