Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Usuk Lorog, Usuk Pandedel, Usuk Panerus dan Usuk Pengarak

by pamongbudaya|| 23 Juni 2021 || || 51 kali

...

Bangunan berarsitektur tradisional Jawa mengenal dua buah pemasangan kayu usuk (kasau), yaitu ri gereh dan paniyung. Susunan usuk ri gereh adalah susunan usuk dengan jarak antar usuk sama lebar baik pada bagian atas maupun bawah sedangkan pada susunan usuk paniyung jarak antar usuk pada bagian atas lebih kecil dari bagian bawah.  Jika pada  susunan usuk ri gereh ada sejumlah usuk yang pada bagian atas bertumpu pada dudur (jurai) maka pada susunan usuk paniyung tidak ada usuk yang demikian. Selain pada susunan usuk, bangunan berarsitektur tradisional Jawa juga mengenal beberapa jenis usuk berdasarkan letaknya atau bagaimana usuk tersebut diperlakukan.

Jenis-jenis usuk tersebut adalah :

1. Usuk lorog

Usuk lorog adalah usuk yang berada di dekat atau kadang menempel di dudur. Usuk ini ada di bangunan dengan susunan usuk paniyung.

2. Usuk pandedel

Usuk yang berada di tengah bentangan empyak / atap. . Usuk ini ada di bangunan dengan susunan usuk paniyung. Pemasangannya dibuat tegak (tidak menyerong) tidak seperti usuk-usuk di kanan-kirinya.

3. Usuk panerus

Usuk panerus adalah semua usuk yang dikunci dengan blandar di ujung bawahnya. Usuk ini ada di bangunan dengan susunan usuk paniyung.

4. Usuk pengarak

Usuk pengarak adalah semua usuk yang tidak dikunci dengan blandar di bawahnya. . Usuk ini ada di bangunan dengan susunan usuk paniyung.

5. Usuk dhandhan

Usuk ini berada atau masuk ke dalam topeng

6. Usuk aling

Usuk yang ada di pinggir, perletakannya miring

7. Usuk dhempelan

Usuk yang terletak di pangkal dudur  dan menumpang di atas blandar. Gunanya untuk menggenapi usuk dalam susunan ri gereh agar didapatkan hasil perhitungan yang baik atau yang tepat berdasarkan hitungan sri-kitri-gana-liyu-pokah.

 

Pada foto di bawah ini dapat dilihat  pada ujung bawah dari susunan kayu ada yang terdapat lubang ada pula yang tidak. Susunan kayu yang hampir tegak lurus tersebut adalah usuk dengan susunan pemasangan paniyung. Yang terdapat lubang di bawah adalah usuk panerus, sedangkan yang tidak adalah usuk pengarak. Lubang itu adalah posisi pengunci antara usuk dengan balok mendatar yang ada di bawahnya.

 

Pada foto pertama yang menyertai tulisan ini dapat dilihat bahwa dari tengah foto ke arah kiri atas terdapat tiga buah kayu dengan posisi berhimpitan bahkan nampak menjadi satu, tidak seperti kayu-kayu di kiri kanannya. Dari ketiga kayu ini, kayu yang di tengah adalah dudur (jurai) sedangkan dua kayu yang mengapitnya di kiri kanan adalah usuk lorog. Susunan usuk pada bangunan di foto ini adalah paniyung. (DD)

 

Daftar pustaka :

Prijotomo, Josef. 2006. (Re-)Konstruksi Arsitektur Jawa, Griya Jawa dalam Tradisi Tanpatulisan. Surabaya : PT. Wastu Lanas Grafika.

 

 

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2021

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta