by pamongbudaya|| 13 Maret 2026 || 6 kali
Pesanggrahan Ambarbinangun dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono VI (memerintah pada tahun 1855 hingga 1877) dan digunakan untuk menggantikan Pesanggrahan Sanapakis, yang terletak tidak jauh dari pesanggrahan ini, yang saat itu sudah rusak berat sehingga tidak dapat digunakan. Pesanggrahan tersebut dibangun pada bulan Sya’ban tahun Be 1784 Jawa (1855), ditandai dengan candrasengkala, tirta haslira sabdaning ratu. Kalimat dalam candrasengkala ini adalah suatu pembuatan tempat pemandian, petirtaan, dan pesanggrahan atas titah raja. Pesanggrahan ini kemudian disempurnkan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VII pada tahun 1850 Jawa (1920 M). pada masa penjajahan Jepang, pesanggrahan dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan keibodan dan seinendan. Setelah kemerdekaan, pesanggrahan ini pernah dijadikan sebagai Kantor Bupati Bantul (1949-1952), Kantor Kapenewon Kasihan (1952-1964) dan asrama Latihan Kemiliteran Pegawai Sipil. Pesanggrahan Ambarbinangun terletak di Jl. Ambarbinangun No.5C, Kalipakis, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul, dengan titik koordinat bagian depan terletak di -7.8135908452391, 110.33591598272. Saat ini, di lokasi tempat pesanggrahan berada digunakan sebagai Pondok Pemuda Ambarbinangun yang dikelola oleh Balai Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Nama Ambarbinangun berasal dari kata ambar yang berarti harum dan binangun yang berarti membangun, sehingga secara keseluruhan memiliki arti membangun keharuman kembali suatu pesanggrahan. Tidak seperti Pesanggrahan Sanapakis yang saat ini hanya terdapat sedikit tinggalannya, di pesanggrahan ini masih terdapat beberapa bangunan, struktur dan tembok keliling. Beberapa bangunan dan struktur tersebut yaitu:
Dalem Ageng merupakan bangunan utama dari pesanggrahan ini. Bangunan ini menghadap ke arah utara, berdenah empat peregi panjang dengan ukuran sekitar 13 m x 20 m dengan atap berbentuk limasan. Foto di awal tulisan ini adalah tampak depan / arah utara dari Dalem Ageng.
Kolam pemandian terletak di sebelah selatan dalem ageng. Saat ini kolam ini sudah berubah fungsinya, tidak lagi menjadi kolam namun menjadi ruangan dan lantai dasarnya telah dilapisi lantai keramik. Ukuran kolam ini sekitar 13 x 20 m dengan kedalaman sekitar 2,5 m. Kondisi kolam pemandian yang telah berubah pada tahun 2012 dapat dilihat pada foto di bawah ini.

Gedhong ini terletak di sebelah tenggara Dalem Ageng dan di timur kolam pemandian, sejajar dengan Dalem Ageng. Denahnya berbentuk empat persegi panjang, berukuran sekitar 9 m x 17 m dengan atap berbentuk limasan.
Bangsal ini terletak di sebelah barat daya Dalem Ageng dan di barat kolam pemandian, sejajar dengan Dalem Ageng. Denahnya berbentuk empat persegi panjang, berukuran sekitar 9 m x 17 m dengan atap berbentuk limasan dan merupakan bangunan tanpa dinding.
Bangunan ini terletak di sebelah selatan kolam pemandian di dekat pagar. Denahnya berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran sekitar 9 m x 12 m, berlantai dua, dengan atap berbentuk limasan dan merupakan bangunan tanpa dinding.
Kondisi Bangsal Panggung pada tahun 2016 dapat dilihat pada foto di bawah ini.

Bangunan ini terletak di sudut sebelah barat daya dari kompleks pesanggrahan ini, berhimpitan dengan tembok pagar. Lantai dari bangunan ini lebih rendah sektiar 1,8 m dibanding permukaan tanah di sekitarnya.
Tugu prasasti terletak di sebelah utara Dalem Ageng. Terdapat dua tugu prasasti yang berderet ke arah timur-barat. Ukurannya sekitar 0,9 m x 0,9 m dengan tinggi 2,7 m. Tugu di sebelah barat pada dinding sisi selatan terdapat tulisan berbahasa Jawa dan beraksara Jawa berbunyi: “dadosipun kalangenan ndalem ing ngambarbinangun wulan sakban tahun be sinengkalan tirta haslira sabdaning ratu, HB ping 6”. Tugu di sebelah timur terdapat tulisan latin berbunyi “Ngambar Binangon Z.H. de Sultan VII-1850”. Foto berikut adalah letak dari Tugu Prasasti yang terletak di sebelah utara Dalem Ageng dan tulisan berbahasa Jawa dan beraksara Jawa yang terdapat pada Tugu Prasasti tersebut.

Saluran air terletak di sebelah barat tugu prasasti, dengan arah utara-selatan.
Selain bangunan dan struktur tersebut, di kompleks pesanggrahan ini terdapat pula beberapa bangunan tambahan baru yang digunakan sebagai pendukung fungsi dari Pondok Pemuda Ambarbinangun. Pesanggrahan ini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 416 Tahun 2017. (DD)
by admin || 07 Maret 2014
Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender. Adangiyah. Nama dari jenis ...
by admin || 05 Maret 2014
Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...
by admin || 04 Maret 2014
Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...
by admin || 23 September 2019
Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...
by admin || 23 September 2019
Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...
by admin || 23 September 2019
Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...