by pamongbudaya|| 08 September 2026 || 32 kali
Pada tulisan sebelumnya tentang pesanggrahan, disebutkan keberadaan pesanggrahan milik Kadipaten Pakualaman Yogyakarta yang berada di daerah pegunungan, yaitu Pesanggrahan Girigondo yang terletak di Kawasan Wisata Kaliurang. Pada tulisan kali kita akan membaca mengenai pesanggrahan lainnya milik Kadipaten Pakualaman yang terletak di daerah pantai, yaitu Pesanggrahan Pakualaman Glagah.
Pesanggrahan Pakualaman Glagah yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 420/A/2019, terletak sekitar 1,2 km ke arah utara dari Pantai Glagah. Letaknya di Jalan Pantai Glagah, RT 35, RW 16 Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kulon Progo dengan koordinat 7.9078342,110.0833702. Jika #sobatbudaya ingin melihat pesanggrahan ini, cukup melihat dari luar pagar saja ya, karena memang tidak dibuka untuk umum.

Pesanggrahan yang dibangun pada masa Paku Alam V ini digunakan oleh kerabat Puro Pakualaman untuk berwisata di pantai atau berburu kijang. Pada awalnya bentuk dari pesanggrahan adalah joglo, namun pada masa Paku Alam VI dan VII dilakukan perubahan pada bangunan pesanggrahan, dengan penambahan sentuhan bergaya Eropa. Kemudian pada masa Paku Alam VIII tepatnya di tahun 1953 dan 1957 dilakukan perubahan dan perbaikan dengan hasil seperti tampak pada saat ini. Selain fungsi yang disebutkan sebelumnya, pesanggrahan ini juga digunakan sebagai tempat upacara adat labuhan dan ketika masa perang kemerdekaan pernah digunakan sebagai markas Tentara Pembela Tanah Air. Di dalam kompleks pesanggrahan ini terdapat bangunan utama di sisi utara dan bangunan penunjang di sisi selatan. Di depan bangunan utama ada sebuah prasasti yang sayangnya sudah aus sehingga tulisannya yang berupa aksara jawa sudah sulit untuk dibaca. Hingga saat ini penulis belum mendapatkan informasi mengenai isi dari prasasti tersebut.
Foto di awal tulisan ini adalah bangunan utama dari Pesanggrahan Glagah yang menghadap ke arah timur, meskipun jika melihat di peta posisi hadapnya cenderung ke arah tenggara. Sedangkan foto selanjutnya adalah bangunan pendukung yang terletak di sebelah kanan dari bangunan utama jika dilihat dari arah dalam bangunan ke luar atau di selatan bangunan utama. Kemudian pada foto berikut ini adalah foto dari prasasti yang terletak di depan bangunan utama. (DD)

by admin || 07 Maret 2014
Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender. Adangiyah. Nama dari jenis ...
by admin || 05 Maret 2014
Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...
by admin || 04 Maret 2014
Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...
by admin || 23 September 2019
Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...
by admin || 23 September 2019
Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...
by admin || 23 September 2019
Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...