by pamongbudaya|| 07 Januari 2026 || 20 kali
Di dalam Serat Rerenggan Kraton yang memuat penjelasan tentang sejumlah pesanggrahan yang berkaitan dengan Kraton Yogyakarta disebutkan bahwa Pesanggrahan Wanacatur dilengkapi dengan gedung berjumlah empat, telaga, gunung buatan bernama Cendhana Sari dan juga Gua Seluman. Jadi Pesanggrahan Cendhana Sari dan Pesanggrahan Gua Seluman merupakan bagian dari Pesanggrahan Wanacatur yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono II.
Pesanggrahan Wanacatur, yang oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan Semak, terletak di dalam Komplek TNI AU, Pangkalan Angkatan Udara Adisucipto, di koordinat -7.794722, 110.417306. Secara administratif terletak di Kalurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Nah karena terletak di dalam pangkalan militer, maka akses ke sini sangat terbatas dan tentunya harus dengan izin jika ingin mengunjunginya. Pesanggrahan Wanacatur dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono II, sama seperti Pesanggrahan Purwareja. Peningggalan yang masih tersisa dari pesanggrahan ini antara lain adalah bukit buatan dengan beberapa komponen bangunan yang berada di atasnya maupun di sekitarnya. Bangunan utama terdapat di atas bukit buatan, kemudian di sisi sebalah barat bukit terdapat struktur tembok dengan pintu berelung. Di bagian timur bukit terdapat struktur tembok bekas kolam dan di dalam kolam terdapat pancuran berupa kolam berbentuk bunga teratai. Sekitar 50 m di sebelah tenggara kolam terdapat sisa struktur pagar keliling pesanggrahan yang membujur utara-selatan. Kemudian sekitar 200 m di sisi sebelah barat dari bukit terdapat gardu penjagaan, bangunan berbentuk tabung dengan diameter 2,3 m dan atapnya berbentuk kubah dengan hiasan kuncup bunga di bagian puncaknya.
Foto di awal tulisan ini adalah peninggalan dari Pesanggrahan Wanacatur dengan struktur tembok bekas kolam di sisi bawah dari foto. Sedangkan foto di bawah ini adalah gardu penjagaan, yang di sisi kiri adalah foto tahun 1935 yang bersumber dari Universiteit Leiden dan yang di sisi kanan adalah foto dari Balai Arkeologi DIY pada tahun 2018.

Pesanggrahan Cendhana Sari terletak sekitar 350 m ke arah tenggara dari Perempatan Blok O, Ring Road Timur Yogyakarta di koordinat -7.800611, 110.411278. Seperti ditulis sebelumnya, Cendhana Sari merupakan gunung/bukit buatan yang merupakan bagian dari Pesanggrahan Wanacatur. Bukit ini dikelilingi kolam atau parit buatan kecuali di sisi selatan yang merupakan arah pintu masuk. Pintu masuk berbentuk paduraksa dengan dua daun pintu, namun kini kedua daun pintu tersebut sudah tidak ada. Di sebelah timur pintu masuk terdapat bangunan yang disebut Palereman. Pesanggrahan yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono II ini mengalami perubahan pemanfaatan. Sekitar 1 abad setelah pembangunannya antara tahun 1792-1810, tempat ini kemudian digunakan sebagai tempat pemakaman Patih Danurejo VII yang meninggal pada tahun 1933, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII yang memerintah pada tahun 1921-1939.
Foto di bawah ini adalah foto dari pintu masuk dari arah selatan yang diambil oleh Balai Arkeologi DIY pada tahun 2018 dan foto di bawahnya adalah foto dari Universiteit Leiden pada tahun 1935.


Pesanggrahan Gua Seluman saat ini terletak di tepi Jl. Wonocatur, sekitar 200 meter di timur Pasar Bantengan, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, di koordinat -7.802791,110.413846. Pesanggrahan ini terletak di sebelah utara dan sebelah selatan jalan tersebut dan terdapat bagian yang terletak di bawah jalan tersebut yang menghubungkan keduanya. Posisi yang lebih rendah ini memang dulunya diipilih karena pada masa pemerintahan Hamengku Buwono II, di sekitar tempat ini digunakan untuk kegiatan kemiliteran yaitu sebagai tempat pembuatan senjata. Dengan posisi ini akan lebih tersembunyi dari pengawasan pihak Belanda dan karena sembunyi-sembunyi inilah maka disebut dengan Seluman. Peninggalan dari tempat pembuatan senjata tersebut adalah adanya meriam yang terdapat tulisan dalam aksara Jawa yang saat ini disimpan di dekat Bangsal Trajumas di Kompleks Kraton Yogyakarta. Peninggalan yang terdapat di sini adalah bangunan dengan lorong di dalamnya berbentuk huruf L yang dimulai dari pintu masuk yang terletak di sebelah utara jalan ke arah selatan, dan di selatan jalan bangunannya berorientasi ke ke arah timur dan barat, sejajar dengan jalan. Bangunan ini merupakan bangunan bagian depan dan di belakang bangunan ini terdapat beberapa struktur kolam dengan ukuran yang berbeda. Di tepi kolam di sisi barat bagian selatan terdapat pancuran yang berbentuk manuk beri (semacam burung mitologi sejenis garuda) dan di tepi kolam sisi timur bagian selatan terdapat pancuran berbentuk ular naga.
Foto di bawah ini adalah foto di dalam lorong di Gua Seluman. Sama seperti keterangan dua foto sebelumnya, yaitu foto baru dari tahun 2018 dan foto lama dari tahun 1935. (DD)


by admin || 07 Maret 2014
Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender. Adangiyah. Nama dari jenis ...
by admin || 05 Maret 2014
Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...
by admin || 04 Maret 2014
Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...
by admin || 23 September 2019
Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...
by admin || 23 September 2019
Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...
by admin || 23 September 2019
Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...